Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahInternasionalNasionalPemalang

Inovasi Anak Desa Mendunia, Mesin Ponco Tani Pemalang Pangkas Biaya Tanam Padi 60 Persen

Joko Longkeyang
76
×

Inovasi Anak Desa Mendunia, Mesin Ponco Tani Pemalang Pangkas Biaya Tanam Padi 60 Persen

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Semangat swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat mendapat suntikan energi dari sebuah desa di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Adalah Ardiya Angga Saputra, sosok pemuda inspiratif dari Desa Bodeh yang berhasil menciptakan mesin tanam padi modern melalui jenama Ponco Tani.

Teknologi tepat guna ini lahir dari perjalanan panjang. Usaha yang dirintis sang ayah, Ponco Widodo, sejak 2006 tersebut awalnya hanya bergerak di bidang pembibitan. Namun, pada pertengahan 2025, Ponco Tani melakukan lompatan besar dengan memproduksi mesin tanam padi mandiri yang kini mulai menggeser dominasi produk impor.

Advertisement

Mesin inovasi anak bangsa ini hadir dalam dua varian utama yang disesuaikan dengan karakteristik lahan di Indonesia: Varian 4 Baris: Memiliki bobot ringan dan lincah, sangat ideal untuk petani dengan lahan kecil hingga menengah serta kontur tanah yang terbatas. Varian 6 Baris: Dirancang untuk produktivitas tinggi pada lahan luas, memungkinkan proses penanaman jauh lebih cepat dan presisi.”Kami memproduksi mesin ini secara mandiri. Penggunaannya mampu menekan kebutuhan tenaga kerja dan biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan metode tanam manual,” ungkap Ardiya saat ditemui di Basecamp Sekolah Lapang Ponco Tani, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Revolusi Tani Modern dari Kabupaten Pemalang, Hemat Biaya Tanam hingga 60 Persen!

Keunggulan Ponco Tani bukan sekadar klaim. Mesin ini telah dipesan lebih dari 400 unit dari berbagai penjuru tanah air. Uniknya, Ardiya memanfaatkan platform TikTok (@poncotani) untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memasarkan produknya secara luas.

Prestasi Ponco Tani kian mentereng setelah menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang teknologi pertanian internasional, INAGRITECH 2025, di Jakarta. Dalam pameran yang diikuti 25 negara tersebut, produk asal Pemalang ini membuktikan bahwa teknologi perdesaan mampu bersaing di level global.

Baca Juga :  Gropyokan Tikus di Desa Kelangdepok Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Lebih dari sekadar mengejar profit, Ardiya juga menginisiasi Sekolah Lapang Khusus Tanaman Padi. Di atas lahan seluas 1,5 hektare, ia memberikan edukasi komprehensif dari hulu ke hilir—mulai dari teknik pembibitan hingga mekanisasi pertanian—bagi para petani lokal.

Meski telah membawa nama harum daerah di kancah nasional, Ardiya berharap dukungan pemerintah ke depannya tidak hanya sebatas peninjauan lapangan, tetapi juga dukungan konkret bagi pengembangan industri teknologi pertanian lokal.”Langkah ini adalah dedikasi kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dari desa adalah solusi nyata bagi masa depan pertanian Indonesia,” pungkasnya.( Joko Longkeyang )