Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang memulai langkah konkret dalam memperkuat pilar ekonomi agraris. Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro secara resmi membuka agenda Pelaksanaan Tanam Perdana Program Benih Unggul pada Senin (29/12/2025).
Program ini merupakan bagian integral dari 12 program strategis duet kepemimpinan Anom-Nurkholes. Fokusnya jelas: memberikan akses bibit padi unggul serta memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan petani di Pemalang.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Pemalang, Prayitno, menyebutkan bahwa sebanyak 120 hektar lahan telah disiapkan untuk merealisasikan program ini. Lahan-lahan tersebut tersebar di 12 kecamatan yang memiliki angka produktivitas tinggi, antara 6 hingga 7,5 ton per hektar.
Adapun varietas yang dipilih untuk dikembangkan adalah Inpari 32, Mekongga, dan IR 64. Prayitno menjelaskan bahwa wilayah Pulosari dan Watukumpul sengaja tidak dilibatkan dalam proyek ini karena luas lahan dan produktivitas sawah di wilayah tersebut masih tergolong rendah dibandingkan kecamatan lainnya
Ada yang menarik dari skema tanam kali ini. Pemkab Pemalang mengalokasikan 32 hektar lahan untuk bermitra dengan PT Ellya Tani. Kemitraan ini bertujuan untuk memberikan edukasi teknis kepada petani lokal mengenai tata cara memproduksi benih padi yang sesuai standar industri.
“Target kami minimal adalah 6 ton per hektar. Jika berhasil, akan ada 72 ton benih bermutu yang dihasilkan. Kami ingin petani tidak hanya terampil menanam, tetapi juga mahir memproduksi benih yang memiliki jaminan mutu sehingga layak ditanam kembali,” jelas Prayitno.
Bupati Anom Widiyantoro berharap bantuan benih unggul ini menjadi stimulus bagi para petani untuk terus giat mengolah lahan. Menurutnya, kesiapan bibit yang baik, ditambah kondisi cuaca dan irigasi yang mencukupi, adalah kunci keberhasilan pertanian.
“Ini adalah wujud kontribusi positif Pemalang untuk mendukung ketahanan pangan, baik di level provinsi maupun nasional. Kita harus serius memanfaatkan setiap potensi lahan yang ada demi kemanfaatan masyarakat luas,” tegas Bupati Anom.
Dengan sinergi antara pemerintah, mitra profesional, dan petani, Kabupaten Pemalang optimistis mampu bertransformasi menjadi daerah mandiri benih yang berdaya saing tinggi.( joko Longkeyang)















