Emsatunews.co.id, Pemalang – Sabtu (24/1/2026), Kabupaten Pemalang genap berusia 451 tahun. Namun, di balik riuhnya perayaan bertema “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera”, sebuah pesan kemanusiaan yang kuat datang dari gedung parlemen. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Slamet Ramuji, mengajak seluruh elemen warga untuk tidak menutup mata terhadap bencana banjir yang tengah mengepung dari hulu hingga hilir.
Legislator dari Fraksi PKB yang juga mewakili wilayah pesisir dan agraris di Dapil 4 (Bodeh, Comal, Ulujami) ini menegaskan bahwa kemajuan Pemalang saat ini adalah hasil keringat kolektif. Namun, ia mengingatkan bahwa “Menyala” bukan sekadar kembang api, melainkan nyala api kepedulian di tengah musibah.”Kita bangga dengan infrastruktur yang membaik dan ekonomi yang tumbuh. Namun, saat ini saudara-saudara kita di beberapa titik sedang berjuang melawan air. Momentum hari jadi ini harus kita jadikan gerakan gotong royong nyata,” ujar Slamet Ramuji dengan nada emosional saat diwawancarai di sela-sela peringatan hari jadi.
Slamet menyoroti bahwa bencana yang melanda bertepatan dengan hari jadi ini bukan sekadar faktor alam. Ia secara tegas menyebut perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan, seperti eksploitasi alam serta penggundulan hutan, sebagai pemicu utama cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor.”Jangan hanya saling menyalahkan. Bencana ini adalah pelajaran berharga. Saya meminta BPBD, Baznas, Dinsos, dan masyarakat luas untuk segera ‘giat bareng’. Mari kita ringankan beban mereka yang terdampak,” tegasnya.
Di tengah selebrasi pemerintah daerah, Slamet Ramuji justru mendorong gerakan donasi besar-besaran. Menurutnya, kado terbaik bagi Pemalang di usia 451 tahun bukanlah pesta pora, melainkan kembalinya jati diri warga yang saling bahu-membahu.”Ayo saling membantu, ayo berdonasi. Mari kita buktikan bahwa Pemalang benar-benar bercahaya karena empati warganya yang luar biasa. Selamat hari jadi, Pemalang! Mari kita bersatu mewujudkan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga tangguh dan bermartabat menghadapi bencana,” pungkasnya.( Joko Longkeyang).















