Emsatunews.co.id, Pemalang – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang yang jatuh pada 24 Januari besok, kritik tajam muncul dari kader senior PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang, Slamet Efendi. Di tengah gempita tema “Menyala, Bercahaya, Sejahtera”, ia menyoroti arah kebijakan pembangunan yang dinilai perlu pengawasan ekstra dari pihak legislatif.
Dalam wawancara khusus pada Kamis (22/1), Slamet mempertanyakan “hadiah” nyata apa yang akan diberikan Pemerintah Kabupaten Pemalang kepada rakyatnya. Ia mewanti-wanti agar jargon kesejahteraan bukan sekadar kamuflase di tengah kebijakan yang berpotensi membebani daerah di masa depan.
Slamet Efendi memberikan peringatan keras terkait tren pengambilan pinjaman daerah dengan dalih percepatan pembangunan. Menurutnya, ambisi membangun proyek fantastis jangan sampai mengorbankan stabilitas fiskal yang ujungnya justru menyengsarakan masyarakat.”Jangan sampai Pemalang digadaikan secara brutal demi ambisi dan kepentingan segelintir orang. Saya berharap DPRD benar-benar menjalankan fungsi budgeting dan controlling-nya secara ketat. Jangan sampai legislatif hanya diperalat menjadi ‘tukang stempel’ untuk melegalkan kebijakan yang tidak populer,” tegas Slamet Efendi.
Ia juga menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Slamet meminta agar BUMD yang saat ini dalam kondisi sehat tidak ditarik ke dalam pusaran utang besar demi kepentingan sesaat yang kurang bermanfaat bagi publik.
Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda, Slamet menyarankan agar pemerintah daerah mengalihkan fokus pada kebijakan yang lebih mendesak, yakni mitigasi bencana dan penguatan ketahanan pangan. Ia menilai proyek mercusuar yang minim kemanfaatan langsung bagi rakyat kecil seharusnya ditunda.”Tahun ini cuaca sangat ekstrem. Kebijakan bupati hendaknya difokuskan untuk mengantisipasi bencana dan memperkuat perut rakyat. Itu jauh lebih penting daripada proyek fantastis namun manfaatnya kurang dirasakan masyarakat bawah,” tambahnya.
Meski melontarkan kritik pedas, Slamet tetap menyisipkan harapan besar agar di usia ke-451 ini, Kabupaten Pemalang benar-benar mampu mewujudkan kemajuan yang hakiki. Ia berharap fungsi kontrol DPRD dapat menjadi benteng bagi rakyat agar tidak terperosok ke jurang kemiskinan yang lebih dalam.( Joko Longkeyang)















