Scroll ke Atas
Berita Utama

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal: Generasi Muda Harus Melihat Sektor Pertanian Sebagai Peluang

Adang Purnomo
2
×

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal: Generasi Muda Harus Melihat Sektor Pertanian Sebagai Peluang

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Keterlibatan dan peran generasi muda di bidang pertanian menjadi langkah yang sangat penting dan strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah semakin berkurangnya jumlah petani usia produktif.

Generasi muda harus berani melihat sektor pertanian sebagai peluang, dan bukan sekadar pekerjaan tradisional.
Untuk itu, sudah barang tentu bidang pertanian harus dikelola dengan inovasi dan semangat kolaborasi sehingga sektor pertanian menjadi sektor yang menjanjikan.

Advertisement

Sinergitas antara organisasi kepemudaan, kelompok tani, pesantren, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencetak petani muda yang tangguh dan mandiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nataya Kenenza, dalam kegiatan pengarahan dari Kementerian Pertanian RI kepada karang taruna dalam rangka persiapan pelatihan integritet farming yang bertujuan mencetak petani milenial, Sabtu (2/5/2026) pukul 14.00 WIB, di rumah dinas Bupati Kendal.

Baca Juga :  Terenyuh Dengan Kehidupan Bu Siti, Dandim Sragen Rela Blusukan ke Gesi

Lebih lanjut, Nataya mengungkapkan bahwa generasi muda, khususnya generasi milenial, harus berperan sebagai agen perubahan (agent of change) dalam modernisasi pertanian Indonesia, mendukung swasembada pangan, dan meningkatkan efisiensi melalui inovasi teknologi.

“Generasi muda harus mampu mengubah citra pertanian menjadi sektor yang menjanjikan, kreatif, dan berbasis teknologi untuk mewujudkan kedaulatan pangan”, tandas Nataya.

Dalam hal tersebut, pungkas Nataya, Karang Taruna siap menjadi bagian dari gerakan regenerasi petani di Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Pendiri dan Ketua Umum Santri Tani Milenial Jayabinangun (STMJ), Muhammad Sayidil Mursalin, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di rumdin Bupati Kendal ini dalam rangka pengarahan untuk persiapan mengikuti Training of Trainer (ToT) terkait dengan pendidikan pertanian dan pelatihan pendampingan yang mengarah pada pertanian terpadu.

Baca Juga :  Sasaran Fisik Program TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0715/Kendal Di Desa Bringinsari Capai 4,2 Persen

“Tujuannya adalah untuk melakukan regenerasi petani karena para petani d Indonesia itu rata-rata sudah tua dimana usianya sudah di atas 50 tahun”, terang Muhammad Sayidil.

Lebih lanjut, Muhammad Sayidil mengutarakan, para peserta pelatihan akan menjalani ToT pertanian selama 3 hari yakni dari tanggal 19 Mei hingga 21 Mei 2026 di Nglimut, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

“Setelah menjalani pelatihan, mereka akan mulai mencoba mempraktekan ilmunya dalam bidang peternakan, pertanian, perkebunan dan holtikultura, dengan pendampingan dari Dinas Pertanian”, pungkas Muhammad Sayidil. (*17).