Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Lumpuh Diterjang Banjir Bandang, Kecamatan Pulosari Tetapkan Darurat Bencana

Joko Longkeyang
77
×

Lumpuh Diterjang Banjir Bandang, Kecamatan Pulosari Tetapkan Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Duka mendalam menyelimuti wilayah lereng Gunung Slamet. Banjir bandang dahsyat yang dipicu oleh hujan dengan intensitas ekstrem sejak Jumat (23/1) lalu, telah melumpuhkan denyut nadi kehidupan di sembilan desa yang tersebar di Kecamatan Pulosari dan Moga. Hingga Senin (26/1) petang, ribuan warga masih tertahan di pengungsian dengan kondisi infrastruktur yang luluh lantak.

​Data terbaru dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mencatat eskalasi dampak yang sangat masif. Sedikitnya 2.292 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka yang kini terancam atau rusak diterjang material banjir. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, sementara tujuh warga lainnya di Desa Sima mengalami luka-luka akibat hantaman arus.

Advertisement

Kerusakan infrastruktur menjadi rapor merah dalam bencana kali ini. Di Desa Penakir saja, sebanyak 11 jembatan dilaporkan putus total. Kondisi serupa terjadi di Desa Gunungsari, di mana Jembatan Walim dan Jembatan Beser yang menjadi urat nadi penghubung Dusun Silegok dan Sipendil tak lagi bisa dilalui.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD, Pemkab Pemalang Alokasikan 39,6 M untuk Percepat Layanan Infrastruktur Jalan

​Tak hanya jembatan, sarana publik juga menjadi sasaran amuk alam. Satu gedung Sekolah Dasar (SD) di Penakir, sebuah bangunan TK di Clekatakan, serta sejumlah tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan bervariasi. Di Desa Jurangmangu, warga kini terancam krisis air bersih setelah jaringan perpipaan desa sepanjang dua kilometer hanyut tersapu banjir.

Untuk menyangga kebutuhan dasar para penyintas, posko darurat telah didirikan di berbagai titik strategis. Kantor Kecamatan Pulosari dan Gedung PC NU menjadi sentral dapur umum yang memproduksi lebih dari 2.500 porsi makanan setiap harinya.”Pemerintah bersama unsur relawan terus berupaya melakukan evakuasi dan pembersihan material. Fokus kami saat ini adalah menjamin keselamatan warga di tengah cuaca yang masih dibayangi hujan ringan,” tulis Agus Ikmal Kalak BPBD Pemalang dalam laporan resminya.

Baca Juga :  Banmus DPRD Pemalang Susun Jadwal Kegiatan Mei-Juni 2025, Fokus pada Prioritas Daerah

Meski bantuan dari berbagai pihak seperti Kejari, Kemenag, dan organisasi masyarakat mulai mengalir, kebutuhan di lapangan masih sangat tinggi. BPBD merinci sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan para pengungsi, di antaranya:

​Family kit dan popok (pampers) untuk lansia. Obat-obatan dan fasilitas MCK portabel. Tandon air bersih sebanyak 13 unit serta tabung gas untuk operasional dapur umum.

​Saat ini, warga dibantu petugas gabungan mulai bergotong royong membangun jembatan darurat dan memotong pohon yang tumbang guna membuka kembali akses yang terisolasi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat anomali cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. ( Joko Longkeyang)