Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Tinjau Banjir Bandang di Pemalang, Gus Yasin Desak Pusat Perkuat Hutan Lindung Gunung Slamet

Joko Longkeyang
103
×

Tinjau Banjir Bandang di Pemalang, Gus Yasin Desak Pusat Perkuat Hutan Lindung Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Bencana banjir bandang yang menerjang lereng Gunung Slamet memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah pusat untuk memperkuat status dan proteksi kawasan hutan lindung guna mencegah terulangnya petaka serupa.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin saat meninjau titik terparah dampak banjir di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1). Kehadirannya mewakili Penjabat Gubernur Jateng guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus memetakan akar permasalahan bencana.

Berdasarkan pantauan di bantaran Kali Penakir, Gus Yasin mengamati banyaknya material kayu berukuran besar yang hanyut menimpa permukiman. Menariknya, ia menemukan indikasi bahwa pohon-pohon yang tumbang memiliki akar yang masih segar.”Kalau melihat akarnya masih segar, itu artinya (pohon) tercabut murni karena tergerus derasnya arus,” jelas Wagub di sela-sela tinjauan.

Baca Juga :  Jelang Pelantikan, Ahmad Luthfi Siap Jalani Amanah dengan Pikiran Bahagia

Selain faktor cuaca ekstrem, ia mengingatkan adanya memori bencana kebakaran hebat pada 2017 di kawasan tersebut. Diduga kuat, material sisa kebakaran yang belum sepenuhnya bersih turut terbawa arus saat debit air meningkat tajam, sehingga menambah daya rusak banjir bandang.

Gus Yasin menilai, momentum ini harus menjadi titik balik bagi daerah di sekitar hulu Gunung Slamet—yakni lima kabupaten—untuk bersatu. Ia mendorong adanya usulan kolektif kepada pemerintah pusat agar pengelolaan hutan lindung diperketat.”Momen ini pas untuk menyatukan lima kabupaten ini agar berbicara bersama. Kita kirim berkasnya bersama-sama agar status hutan lindung benar-benar dikuatkan,” tegasnya.

Banjir yang dipicu hujan ekstrem sejak Jumat (13/1) lalu ini telah mengakibatkan kerusakan masif di Kecamatan Pulosari dan Moga. Meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung berdampak pada 911 jiwa dari 252 kepala keluarga.

Baca Juga :  Gus Yasin Salurkan Bisyarah, Bukti Nyata Apresiasi Hafiz di Jateng

Data terkini mencatat: Korban Jiwa: 1 orang meninggal dunia (Desa Penakir) dan 2 warga Desa Bongas masih dalam pencarian. Luka-luka: 7 warga Desa Sima telah mendapatkan perawatan medis. Kerusakan Rumah: 8 unit hanyut, 18 rusak berat, dan 24 rusak sedang. Infrastruktur: Jembatan Walim, Jembatan Beser, dan Jembatan Sungai Reas dilaporkan terputus atau rusak berat.

Pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, hingga 6 Februari 2026. Sejumlah titik pengungsian seperti Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, dan SDN 02 Penakir telah diaktifkan untuk melayani warga.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Yasin juga menyerahkan bantuan logistik senilai Rp217,6 juta yang terdiri dari satu ton beras, tenda, perlengkapan keluarga (family kit), hingga kebutuhan anak-anak sebagai langkah awal pemulihan pascabencana. **( Joko Longkeyang)