Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Wagub Jateng Terjang Banjir Pekalongan, Instruksikan Evakuasi Prioritas

Joko Longkeyang
58
×

Wagub Jateng Terjang Banjir Pekalongan, Instruksikan Evakuasi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pekalongan – Mengenakan perlengkapan lapangan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, terjun langsung membelah genangan air yang mengepung wilayah Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2026). Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Yasin ini bertujuan untuk memastikan langkah penanganan darurat dan keselamatan warga berjalan optimal.

Didampingi istri, Nawal Arafah Yasin, Wagub menyusuri Jalan Raya Tirto yang masih terendam cukup dalam. Selain memantau kondisi infrastruktur, Gus Yasin menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi di masjid setempat guna menyerap aspirasi dan keluhan warga yang terdampak bencana.

Advertisement

Dalam arahannya, Gus Yasin menekankan bahwa keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ia menginstruksikan tim gabungan untuk mendahulukan evakuasi kelompok rentan.”Fokus utama kita adalah memastikan masyarakat aman, khususnya lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Laporan yang kami terima, warga dengan kondisi kesehatan khusus, seperti penderita stroke, sudah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih layak,” ujar Gus Yasin di sela tinjauannya.

Baca Juga :  Sejumlah 476 Jamaah Calhaj Tahun 2022 Berpamitan Dengan Bupati Brebes

Tak hanya soal evakuasi, pemenuhan logistik pun menjadi perhatian. Dapur umum telah disiagakan untuk menjamin pasokan pangan dan kebutuhan medis bagi para penyintas banjir. Di lokasi yang sama, Nawal Arafah Yasin turut memberikan dukungan moril dengan membagikan buku bacaan kepada anak-anak pengungsi agar tetap ceria di tengah suasana duka.

Menilik penyebab banjir, Gus Yasin menyoroti kondisi tanggul Sungai Bremi yang belum permanen. Mengingat hal tersebut merupakan kewenangan provinsi, ia langsung memerintahkan jajaran teknis untuk melakukan penghitungan agar perbaikan darurat bisa segera dilaksanakan.”Ada titik tanggul yang belum permanen dan itu ranah kami (Pemprov). Saya sudah minta segera dihitung supaya ada penanganan cepat untuk jangka menengah,” tegasnya.

Baca Juga :  Do’akan Warga Jateng, Ahmad Luthfi Khusyuk Panjatkan Harapan di Raudhah Masjid Nabawi

Untuk jangka panjang, Gus Yasin mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui BBWS telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk normalisasi Sungai Bremi yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah banjir di wilayah Pekalongan Barat.

Salah satu warga terdampak, Sujatmiko (60), menuturkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah. Jebolnya tanggul yang diperparah curah hujan tinggi membuat air meluap dengan sangat cepat ke permukiman.”Rumah saya tenggelam, hanya tersisa atapnya saja. Tidak ada barang yang sempat diselamatkan, motor dan perabotan semua terendam. Saya pasrah total,” ungkap Sujatmiko dengan nada lirih.

Meski kehilangan harta benda, Sujatmiko mengakui bahwa distribusi makanan dan obat-obatan di posko pengungsian sejauh ini berjalan lancar. Ia berharap proyek penanganan sungai segera terealisasi agar warga tidak lagi dihantui banjir setiap tahunnya. **( Joko Longkeyang)