Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Atasi Longsor Ungaran, Ahmad Luthfi Targetkan Akses Warga Pulih Sepekan

Joko Longkeyang
12
×

Atasi Longsor Ungaran, Ahmad Luthfi Targetkan Akses Warga Pulih Sepekan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan komitmen nyata dalam menanggulangi dampak bencana alam. Pada Selasa pagi (17/2/2026), ia terjun langsung memimpin aksi kerja bakti di Perumahan Delta Asri, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur memberikan target tegas agar pembersihan material dan perbaikan akses penghubung antar-RW yang terputus akibat tanah longsor harus tuntas dalam waktu satu minggu.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kecepatan penanganan merupakan representasi dari hadirnya negara di tengah kesulitan rakyat. Ia mengapresiasi kekompakan sinergi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Semarang, TNI, Polri, serta para relawan yang bahu-membahu di lapangan.

Advertisement

​“Ini bentuk kolaborasi yang kompak di Kabupaten Semarang. Ada bupati, Dandim, Kapolres, Tagana, Tim Reaksi Cepat, dan seluruh komponen masyarakat bahu-membahu menyelesaikan persoalan bencana,” ungkap Ahmad Luthfi di sela-sela kegiatannya.

Selain ikut serta membersihkan lokasi bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Ngopeni Nglakoni, Gubernur memberikan arahan khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia menyoroti pentingnya segera memulihkan jembatan vital yang roboh. Menurutnya, kajian teknis harus dilakukan secara efisien agar mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.

Baca Juga :  Rutan Dan Kanim Pemalang Adakan Upacara Tabur Bunga

​“Dari PUPR sudah melakukan kajian. Saya minta jangan terlalu lama. Masyarakat sudah menunggu agar RW satu dengan lainnya kembali terhubung. Dua tahun jembatan kecil tidak selesai itu kebangetan,” tandasnya didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Suasana hangat terlihat saat Ahmad Luthfi mengajak warga dan relawan beristirahat sejenak untuk sarapan bersama. Baginya, kebersamaan di lokasi bencana adalah simbol kekuatan gotong royong yang menjadi kunci problem solving tanpa harus saling menyalahkan antarinstansi.

​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat aspek mitigasi. Melalui koordinasi rutin dengan BMKG, langkah-langkah preventif seperti modifikasi cuaca dan pemetaan zona merah bencana—baik tanah bergerak, banjir, maupun rob—terus diperbarui.

Baca Juga :  Penutupan Pendaftaran Bacawalkot, Kang JM Optimis DPP Gerindra Usung Kader Internal di Pilwalkot Bogor 2024

​“Begitu ada tanggap bencana, OPD provinsi langsung turun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ini soal kerja tim dan kolaborasi. Tidak usah disuruh,” imbuhnya.

Guna mendukung percepatan evakuasi, alat berat berupa crane dikerahkan untuk mengangkat beton jembatan dan memasang tanggul karung pasir. Selain dukungan teknis, berbagai bantuan juga telah didistribusikan ke lokasi, di antaranya: Seratus paket sembako dari Baznas bagi keluarga terdampak. Peralatan kerja berupa 100 pasang sepatu boots untuk relawan.​ Bibit pohon untuk langkah rehabilitasi lahan pascabencana.​Bantuan pangan berupa beras dan logistik lainnya dengan nilai jutaan rupiah. Penyerahan 200 mushaf Al-Qur’an bagi warga.

​Melalui gerak cepat ini, konektivitas di wilayah Leyangan diharapkan segera normal kembali sehingga roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat tidak terganggu lebih lama.**