Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Akses Semarang-Grobogan Putus, Ahmad Luthfi Targetkan Pulih dalam Sepekan

Joko Longkeyang
12
×

Akses Semarang-Grobogan Putus, Ahmad Luthfi Targetkan Pulih dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Grobogan – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat merespons putusnya jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Grobogan dan Semarang. Saat meninjau lokasi tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Selasa (17/2/2026), ia menginstruksikan pemasangan jembatan armco sebagai solusi darurat.

​Langkah ini diambil agar urat nadi transportasi logistik dan jalur mudik Lebaran tersebut dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat.

Advertisement

​Gubernur menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Penanganan jembatan dan jalan yang terputus total ini ditargetkan selesai dalam waktu singkat.​”Dalam tiga hari hingga maksimal satu minggu, jalur kendaraan maupun mobilitas orang harus sudah bisa normal kembali,” ujar Ahmad Luthfi tegas saat meninjau titik kerusakan.

Baca Juga :  Keren..!!! Kades Sungai Limau Ustad Ghafur Lakukan Rehab Rumah Warga Tak Layak Huni

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan dua strategi untuk mengatasi dampak jebolnya tanggul tersebut. Untuk jangka pendek, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana fokus pada penutupan tanggul serta pemasangan jembatan armco.

​Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyebutkan bahwa material jembatan armco telah dikirim dari Kabupaten Pati dan diperkirakan tiba pada Selasa malam.​”Kami optimistis dalam satu pekan jembatan armco ini selesai terpasang agar konektivitas jalan nasional ini pulih,” tambah Henggar.

​Untuk jangka panjang, Ahmad Luthfi telah berkomunikasi langsung dengan Menteri PUPR guna mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang secara menyeluruh. Hal ini mengingat tingginya sedimentasi sungai yang menjadi pemicu utama jebolnya tanggul.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Bersama Bupati Terhadap Raperda Tahap II Prakarsa DPRD Pemalang

​Peristiwa jebolnya tanggul pada Senin sore (16/2/2026) dipicu oleh curah hujan ekstrem dan kiriman air dari hulu. Akibatnya, banjir merendam 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan. Data sementara menunjukkan sekitar 9.000 kepala keluarga terdampak dan ratusan hektare lahan pertanian tergenang air.

​Ahmad Luthfi memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jawa Tengah bergerak secara otomatis sesuai fungsinya untuk menangani pemulihan pascabencana. Fokus saat ini adalah memastikan bantuan logistik tersalurkan dan akses transportasi kembali terbuka guna menjaga stabilitas ekonomi wilayah terdampak.**( Joko Longkeyang).