Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jawa Tengah Jadi Pusat Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Joko Longkeyang
10
×

Jawa Tengah Jadi Pusat Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang– Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap performa gemilang Provinsi Jawa Tengah dalam mengakselerasi sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Wilayah ini dinilai sukses bertransformasi menjadi pilar strategis yang mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia di tingkat nasional.

​Pujian tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, saat bertandang ke Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026). Ia menyebut Jawa Tengah memiliki peran krusial dalam peta pengembangan industri modern di Pulau Jawa.

Advertisement

​Rahayu menyoroti keberadaan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Kawasan Industri Kendal sebagai lokomotif penguatan investasi. Kedua kawasan ini dianggap sebagai simpul vital bagi program hilirisasi industri yang tengah digencarkan pemerintah.”Kehadiran pusat-pusat industri ini sangat penting dalam menopang transformasi ekonomi nasional. Jawa Tengah kini menjadi wajah baru pengembangan industri di Pulau Jawa,” ungkap Rahayu.

Baca Juga :  Diduga Tidak Dengar Bunyi Klakson M Yusti Subekhi Warga Adisana Tewas Tertabrak KA Barang

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Tim Komisi VII, Evita Nursanty, memaparkan data pertumbuhan sektor pariwisata yang naik signifikan. Pada tahun 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 3,74 persen terhadap PDRB Jawa Tengah, dengan peningkatan jumlah destinasi wisata mencapai 32 persen sejak tahun 2022.

​Keberhasilan ini tidak lepas dari pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur menuju Semarang. “Konektivitas udara yang baik memberikan dampak nyata pada kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi daerah,” ujar Evita.

Baca Juga :  PEMDes Pagojengan Bentuk Pengurus Koprasi Merah Putih: Menuju Perekonomian Desa yang Kuat

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut hangat apresiasi tersebut. Mengingat luasnya wilayah yang mencapai 3,3 juta hektare, Luthfi menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Strategi kolaboratif dengan pihak swasta dan pemerintah pusat menjadi kunci utama.​”Kami mengoptimalkan lebih dari 1.000 desa wisata serta memperkuat destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Rawa Pening. Infrastruktur yang memadai akan terus kami dorong agar sektor ekonomi kreatif kian berkembang,” jelas Luthfi.

​Kunjungan reses ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, guna memastikan Jawa Tengah tetap menjadi motor utama dalam akselerasi ekonomi nasional di masa depan.**( Joko Longkeyang).