Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

Sambung Rasa Para Tokoh, Aktifis dan Akademisi Jelang Ramadhan Bahas Isu-Isu Terkini Brebes

Eryanto
12
×

Sambung Rasa Para Tokoh, Aktifis dan Akademisi Jelang Ramadhan Bahas Isu-Isu Terkini Brebes

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Dalam rangka silaturahmi jelang Ramadhan 1447 H. Para tokoh, aktifis dan LSM Brebes utara dan selatan, serta media, menggelar diskusi dengan menyikapi isu-isu terkini yang ada di Kabupaten Brebes, seperti bencana, dampak lingkungan, pendidikan, sosial dan kesehatan dalam kemasan sambung rasa utuk menyampaikan, saran, kritik dan usulan.

Dalam kegiatan sambung rasa dan silaturahmi tersebut hadir perwakilan Pemda Brebes, Ketua KONI Brebes, pakar hukum, akademisi, tokoh agama, aktifis dan media baik utara dan selatan Brebes, serta para tamu undangan. Bertempat di wisata Kebon Lumpang, Paguyangan, Minggu (17/02/2026).

Advertisement

Poin-poin penting dalam agemda silaturahmi ini diungkapkan oleh semua audien yang hadir isu bencana dan dampak lingkungan menjadi skala prioritas dalam giat silaturahmi tersebut.

Mewakili Bupati Paramitha Widya Kusuma yakni Azmi Abdul Majid dalam pembukaan sambutan mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan yang diadakan secara spontan tersebut.

Azmi berharap dari pertemuan silaturahim ini ada diskusi yang bermakna sekaligus menjadi masukan bagi Pemda Brebes kedepan.

“Terimakasih kami sampaikan ke semua pihak yang berkenan hadir serta selamat menyambut Ramadhan. Semoga pertemuan ini menjadikan sebuah kebersamaan dan silaturahmi dari semua elemen walaupun berbeda warna, dan kami berharap diskusi ini menghasilkan sebuah hal yang bermakna,” kata Azmi.

Menyikapi terkait pernyataan Ibu Bupati Paramitha yang tegas terhadap para pelayan Kesehatan, Mardiyanto selaku tokoh Masyarakat Paguyangan mengatakan, ketegasan sikap Ibu Bupati terhadap para petugas pelayan kesehatan diharapkannya tidak hanya melalui kegiatan seremonial saja.

Ia berharap ada tindakan nyata dari apa yang disampaikan, sehingga apa yang menjadi instrumen betul-betul dijalankan sampai ke tingkat bawah.

“Kami apresiasi langkah tegas Bupati yang siap memecat dokter atau perawat yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tapi kami berharap ini dibuktikan dengan pengecekan lansung di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Uang Gaji Guru SMK Ma’arif NU Paguyangan Rp150 Juta Raib Usai Shalat Jumat

Senada dengan Mardiyanto, Ketua KONI Brebes Haris As’ad (Hada) mengatakan harus dibentuk satgas kesehatan. Sehingga pemantauannya di lapangan bisa membantu kinerja Bupati.

Dalam hal ini, karena tugas Ibu Bupati yang sangat kompleks, tidak hanya dibidang kesehatan saja.

“Pembentukan satgas ini juga penting disamping untuk meringankan tugas Ibu Bupati, sekaligus dalam pemantauan lapangan bisa lebih terfokus,” ungkap Hada.

Terkait masalah kebencanaan menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut, dari mulai lambanya penanganan dan permasalahan rusaknya hutan di hulu mejadi diskusi yang serius dan berharap Pemda Brebes bisa cepat melakukan langkah penanganannya.

Salah satu aktifis kritis Riyen Handayani mengungkapkan dirinya merasa sendiri dalam menyuarakan tentang kerusakan lingkungan di wilayah Brebes.

“Kami merasa sendiri untuk menyuarakan dampak lingkungan yang terjadi di Brebes, kemana teman-teman aktifis lainya. Kita merasa sedih dan prihatin akan dampak dari kerusakan ekositem hutan sehingga berdampak pada banjir dan longsor,” papar Riyen.

Lebih lanjut ia (Riyen) juga mengungkapkan kekesalannya karena ternyata apa yang dilakukan aktifis pencinta alam dalam melakukan penanaman pohon, masih saja ada oknum masyarakat yang bengal dengan melakukan pencabutan bibit yang sudah di tamam.

“Kami para aktifis ingin ada gerakan kolektif bersama, serta mendapatkan pendampingan dari pihak penegak hukum, sekaligus berharap ada penindakan yang tegas kepada para oknum tersebut,” tandasnya.

Senanda dengan Rien, Selamet Riyadi, SH, MH atau Bento sapaan akrabnya, selaku pakar hukum dan lawyer mengatakan, kasus pembalakan liar di hutan lindung Gunung Slamet, saat ini sudah ada beberapa oknum petani sayur yang sudah dilaporkan.

Namun menurutnya, tujuan pelaporan tersebut juga agar memberikan efek jera, lebih jauh Bento berharap bos-bos yang mendanai perusakan tersebut supaya bisa ditindak.

Baca Juga :  Petugas Gabungan di Kecamatan Banjarharjo Patroli Anak Sekolah

“Beberapa oknum petani memang sudah kami laporkan sebagai delik aduan, namun ini sifatnya agar ada efek jera. Kami berharap para bohir yang mendanai untuk bisa ditindak tegas,” tutur Bento, ia juga berpesan agar Bupati berkomunikasi langsung dengan Kapolres terkait masalah ini.

Pembahasan pemekaran Brebes Selatan pun menjadi topik hangat dalam acara silaturahmi ini.

Azmi menangapi pemekaran Brebes selatan menjadi sebuah keinginan yang mutlak bagi masyarakat di wilayah selatan Brebes, namun seiring berjalan, ia berharap kondusifitas dan penanganan bencana di brebes mejadi skala prioritas bersama, agar Pemda bisa bekerja.

Disamping itu, kata Azmi, Pemda juga mendorong agar Pemprov Jateng ikut terjun berkontribusi dan bekerja sama dalam penanganannya.

“Plant untuk penanggulangan banjir sudah kita siapkan dan gambarnya sudah ada namun terkait kewenangannya kita juga harus berkoordinasi ke tingkat Pemerintah Provinsi karena di beberapa poin, kewenangan ada disana,” tegas Azmi, akan tetapi kita akan dorong terus dan berkomunikasi terkait langkah-langkahnya kedepan, imbuhnya.

Ketua Komite Percepatan Pemekaran Brebes (KPPB) Imam Santoso mengungkapkan, untuk perjuangan pemekaran tetep jalan, namun di tengah kondisi saat ini Brebes sedang dilanda bencana tentu kepedulian kita lebih dikedepankan.

Dirinya juga mengatakan dengan lugas tetap mendukung program-program Pemda dan Ibu Bupati Paramitha.

“Untuk Pemekaran Brebes itu sudah ada jalanya, sekarang posisinya sudah di tingkat Provinsi jadi bukan kewenangan Pemda Brebes. Kalau toh waktunya sudah mekar pasti mekar, kunfayakun,” Ucap Imam dengan lantang.

Imam Santoso juga menegaskan bahwa KPPKB mendukung penuh kepemimpinan Paramitha dan mendukung semua program demi kemajuan Kabupaten Brebes.

Dalam penutup Azmi Majid mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dan urun rempug dalam sumbangsih pemikiran guna terwujudnya Kabupaten Brebes yang lebih baik dan lebih Beres.

Kegiatan silaturahmi tokoh, aktifis, LSM dan media ditutup dengan doa dan ramah tamah serta poto bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.***