Emsatunews.co.id, Grobogan – Kabar baik bagi para pengguna jalan dan calon pemudik yang biasa melintasi jalur timur Jawa Tengah. Perbaikan ruas jalan vital Semarang–Godong di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kini sedang dipacu pengerjaannya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mematok target ambisius agar jalur ini sudah dapat dilalui kendaraan paling lambat tujuh hari sebelum (H-7) Idulfitri 1447 H.
Langkah percepatan ini diambil setelah akses utama tersebut lumpuh total akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada pertengahan Februari lalu. Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur jalan yang sempat hilang sepanjang 60 meter kini mulai memasuki tahap pengerasan permanen.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung progres pengerjaan di KM 35 tersebut pada Senin pagi (2/3/2026). Ia menegaskan bahwa tenggat waktu H-7 Lebaran adalah harga mati untuk menjamin kelancaran arus mudik dan distribusi logistik masyarakat.”Targetnya H-7 Lebaran harus sudah keras dan bisa dilewati. Fokus kita sekarang adalah memastikan konstruksi siap, baru kemudian kita bergeser menangani jalur alternatif di jalan kabupaten,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan instruksi kepada tim teknis di lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan adanya perubahan strategi dalam penanganan kerusakan tersebut. Awalnya, pemerintah berencana memasang jembatan darurat (armco), namun setelah evaluasi mendalam, diputuskan untuk langsung melakukan pengecoran beton bertulang secara permanen.”Kondisi di lapangan menunjukkan adanya pergeseran struktur, sehingga penanganan permanen jauh lebih aman dan tahan lama. Saat ini progres sudah menyentuh angka 75 persen,” ujar Henggar. Meskipun terdapat kendala berupa rembesan air sungai yang memperlambat pengeringan beton, pihaknya optimistis pengerjaan rampung dalam dua minggu ke depan.
Sebagai informasi, putusnya jalur Semarang–Godong ini bermula dari luapan Sungai Tuntang pada 16 Februari 2026 yang menghantam badan jalan. Selain mengganggu mobilitas warga, kejadian ini sempat melumpuhkan urat nadi ekonomi di kawasan Grobogan dan sekitarnya. Dengan penutupan tanggul yang sudah berhasil dilakukan, kini fokus utama dialihkan sepenuhnya pada pemulihan badan jalan agar aktivitas masyarakat kembali normal sebelum puncak arus mudik tiba.**( Joko Longkeyang)















