Emsatunews.co.id, Pemalang – Semangat membangun daerah dari akar rumput kian diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi menyerahkan Penghargaan Rhapsodi kepada enam desa dan kelurahan yang berhasil unggul dalam kompetisi tahunan tingkat kabupaten.

Acara penganugerahan tersebut berlangsung khidmat dalam sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Pemalang yang digelar di Pendopo Kabupaten pada Kamis (12/3/2026).
Daftar Jawara dan Stimulus Pembangunan
Dalam kategori Lomba Desa/Kelurahan Bersih, Desa Penggarit sukses mengukuhkan diri sebagai juara pertama setelah meraih skor tertinggi, yakni 3.525 poin. Atas pencapaian ini, Desa Penggarit berhak menerima bantuan keuangan senilai Rp200 juta.
Posisi kedua ditempati oleh Desa Kebanggan dengan skor 3.015 (bantuan Rp150 juta), disusul Desa Beluk di peringkat ketiga dengan raihan 2.835 poin (bantuan Rp100 juta). Selain penghargaan kebersihan, Bupati Anom juga menetapkan lima desa sebagai Desa Wisata Tahun 2026 guna menggenjot sektor pariwisata berbasis kerakyatan.
Kawal Sensus Ekonomi 2026
Tak hanya soal apresiasi, Bupati Anom memanfaatkan momentum ini untuk menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kepala desa untuk mendampingi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di lapangan agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.”Data dari sensus ini adalah fondasi. Hasilnya akan menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan, mulai dari penyaluran bantuan kerja hingga penentuan lokus pembangunan agar lebih tepat sasaran,” tegas Anom Widiyantoro.
Bupati menambahkan bahwa data tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia meminta perangkat desa memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, terdata dengan baik.
Sinergi Membangun Daerah
Kepala Dinpermasdes Pemalang, Andri Adi, menjelaskan bahwa Rakor yang dihadiri oleh 276 peserta ini bertujuan untuk menciptakan harmonisasi antara program kabupaten dan desa. Menurutnya, pembangunan yang efektif hanya bisa terjadi jika perencanaan di tingkat desa selaras dengan visi misi daerah.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari KPPN Tegal terkait pengelolaan Dana Desa 2026 dan pakar dari BPS Pemalang guna memberikan pemahaman teknis mengenai tahapan sensus yang akan datang.**( Joko Longkeyang).















