Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Siaga Kemarau, Ahmad Luthfi Instruksikan Audit Total Embung

Joko Longkeyang
13
×

Jateng Siaga Kemarau, Ahmad Luthfi Instruksikan Audit Total Embung

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Karanganyar – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat melakukan langkah preventif guna menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi mulai menyapa pada April 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan audit dan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi embung serta jaringan irigasi di seluruh wilayah Jawa Tengah.

​Instruksi tegas ini disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung fungsionalitas Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, pada Rabu (7/4/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin pasokan air bagi warga dan sektor pertanian agar tetap aman di tengah cuaca ekstrem.

Advertisement

​”Saya minta seluruh embung yang ada dicek kembali fungsinya secara detail. Infrastruktur ini adalah kunci untuk menjaga ketersediaan air baku masyarakat sekaligus napas bagi lahan persawahan saat musim kering tiba,” tegas Ahmad Luthfi.

​Optimalisasi Infrastruktur Air

Baca Juga :  Refleksi Pendidikan Jawa Tengah 2025, Jateng Gandeng Swasta Fasilitasi Ribuan Siswa Kurang Mampu

Embung Alastuwo sendiri, yang memiliki daya tampung hingga 6.723,30 meter kubik, saat ini menjadi tumpuan bagi 186 kepala keluarga dan pengairan 35 hektare sawah. Meski sepanjang 2025 hingga awal 2026 Pemprov Jateng telah menambah 12 embung baru, Gubernur menilai jumlah tersebut perlu terus ditingkatkan.

​Ia pun membuka ruang bagi para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk segera mengusulkan pembangunan embung di titik-titik rawan kekeringan.

​”Segera data wilayah yang mendesak membutuhkan pasokan air. Jika usulan masuk, Pemprov akan segera menganggarkan pembangunannya agar tidak ada lagi petani yang menjerit karena kekurangan air,” imbuhnya.

​Kejar Target Padi Nasional

​Langkah antisipasi ini bukan tanpa alasan. Jawa Tengah mematok target produksi padi yang ambisius pada tahun 2026, yakni sebesar 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG). Target ini melampaui capaian tahun lalu yang menyumbang sekitar 15,6 persen kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga :  Di Pemalang Gubernur Jateng Gaungkan “Mageri Segoro”, Revitalisasi Pesisir Jateng Tak Cukup Tanam, Wajib Dirawat!

​Guna memperkuat strategi di lapangan, Pemprov Jateng juga menggandeng Kodam IV/Diponegoro melalui program pipanisasi dan sumur bor di wilayah-wilayah sulit air.

​”Kita tidak boleh kecolongan. Fokus utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan Jawa Tengah mampu menjadi lumbung pangan nomor satu di Indonesia,” kata Ahmad Luthfi optimistis.

​Suara Petani di Lapangan

​Meski keberadaan embung sangat membantu, tantangan di lapangan masih tersisa pada kerusakan infrastruktur sekunder. Admin, salah satu petani lokal di Tasikmadu, mengakui manfaat besar embung namun mengeluhkan kondisi saluran irigasi.

​”Untuk musim tanam kedua kami sangat terbantu. Namun, harapan kami saluran irigasi yang rusak juga segera diperbaiki agar air dari embung bisa sampai ke sawah dengan maksimal saat musim tanam ketiga,” pungkasnya.**( Joko Longkeyang).