Scroll ke Atas
Berita Utama

Ngumpulke Balung Pisah, Ahmad Luthfi: Sinergi Kiai dan Pemerintah Adalah Kunci Kemajuan Jateng

Joko Longkeyang
10
×

Ngumpulke Balung Pisah, Ahmad Luthfi: Sinergi Kiai dan Pemerintah Adalah Kunci Kemajuan Jateng

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut kolaborasi antara pemerintah dan kaum Nahdliyin sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Halalbihalal bertajuk “Ngumpulke Balung Pisah” yang dihadiri tokoh-tokoh NU se-Jawa Tengah di Semarang, Minggu malam (19/4/2026).

​Menurut Luthfi, keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh keberlangsungan program kerja, melainkan juga oleh ketegasan karakter pemimpin yang didukung oleh akar rumput yang kuat.

Advertisement

​”Memimpin wilayah itu butuh karakter dan nyali. Di Jawa Tengah, keberanian mengambil kebijakan tersebut selalu beriringan dengan restu serta peran nyata para kiai dan ulama,” ungkap Ahmad Luthfi.

​Efektif Redam Radikalisme

Baca Juga :  Refleksi Ekonomi Jawa Tengah 2025 Melesat Lampaui Nasional, Investasi Tembus Rp66 Triliun!

Dalam kesempatan itu, Luthfi membagikan pengalamannya saat menangani isu keamanan di masa lalu. Ia mengakui bahwa pendekatan personal kepada para tokoh NU dan kiai terbukti menjadi instrumen paling efektif dalam memitigasi isu intoleransi, radikalisme, hingga ancaman terorisme di wilayahnya.

​Kini, sinergi tersebut terus diperluas. Luthfi mengajak warga NU yang tersebar di berbagai sektor profesional untuk ikut serta dalam menggerakkan roda ekonomi dan memberikan edukasi digital kepada masyarakat luas.

​“Kami bersama Gus Yasin ingin tradisi ngumpulke balung pisah ini terus lestari. Ini adalah cara kita menyatukan berbagai potensi yang ada untuk satu tujuan: kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Baca Juga :  Sinar Surya Usir Rob, Inovasi Pompa Tanpa BBM Kini Hadir di Sayung

​Persatuan sebagai Kekuatan

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa dengan jumlah massa NU terbesar kedua di Indonesia, Jawa Tengah memiliki modal sosial yang luar biasa. Namun, modal tersebut hanya akan berdampak maksimal jika dibarengi dengan kekompakan.

​“Banyak tantangan besar di depan kita. Dengan semangat menyatu dan rukun, keberadaan Nahdliyin harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, bukan hanya golongan tertentu saja,” tegas Gus Rozin.

​Agenda ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen serta Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, yang semakin memperkuat pesan persatuan dalam membangun daerah yang inklusif.