EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Komisi 2 dan 3 DPRD Kabupaten Brebes Bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes menggelar Koordinasi Strategis dan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan masterplan penataan Pasar Hewan Bumiayu menuju pasar hewan modern. Kegiatan berlangsung Kamis, 21 Mei 2026.

Diskusi membahas sejumlah titik yang menjadi penyebab kemacetan di kawasan pasar. Beberapa persoalan yang diangkat meliputi akses keluar masuk yang hanya satu pintu dengan lebar jalan untuk dua jalur, lahan bongkar muat dan parkir yang belum tertata, serta kebutuhan penataan jalur keluar masuk kendaraan serta yang lebih utama adalah kelayakan dan kenyamanan tempat bertransaksi hewan di tempat tersebut.
Terdapat dua alternatif solusi yang dibahas. Alternatif pertama adalah memaksimalkan jalan yang sudah ada dengan mengosongkan area yang digunakan parkir liar.
Alternatif kedua, membuka pintu keluar melalui bantaran sungai untuk mengurai kepadatan.
Selain itu, dibahas pula penataan zonasi dalam pasar dan rencana pembangunan parkir vertikal dengan menggandeng kerja sama pihak luar.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes untuk bidang Ekonomi dan Keuangan Tobidin, S.H., M.H, menyatakan siap mendukung anggaran untuk revitalisasi Pasar Hewan Bumiayu. Menurutnya, penataan pasar tidak hanya bertujuan melancarkan arus lalu lintas pengguna jalan, tetapi juga agar ke depan pasar bisa dikelola maksimal dan berkelanjutan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Brebes.
Ia berharap pasar ini memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya pelaku ekonomi, tetapi juga memberikan pelayanan yang lebih nyaman bagi warga Brebes, khususnya wilayah sekitar Bumiayu.
Tobidin juga menyatakan siap mengawal agar rencana ini segera direalisasikan dan akan diusulkan dalam rapat anggaran DPRD.
“Ini menurut kami sangat mudah, andai 7 anggota bisa bersumbangsih misalkan 2 miliar saja, itu mungkin sudah cukup,” ucapnya, dengan nada penuh semangat.
Anggota Komisi 2, Sudono SH, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pasar hewan yang dinilai kumuh dan kurang layak. Menurutnya, penataan pasar sudah lama tidak mengalami perbaikan.
“Pasar ini memiliki potensi besar. Saya berharap ada pembenahan sehingga ke depan bisa lebih modern,” ujarnya.
Sudono menambahkan, kemacetan di ruas jalan Bumiayu-Salem sering terjadi, terutama saat hari raya Idul fitri dan Iduladha. Meski dirinya berasal dari Dapil 3 yang meliputi Bantarkawung, Salem, dan Larangan. Ia mengaku siap berkontribusi untuk pengembangan pasar agar lebih baik.
“Kita harus punya terobosan dan menggali sumber anggaran untuk penataan pasar ini. Para konsultan juga diminta memperhatikan kebutuhan pokok yang sesuai dengan kondisi pasar,” tegas Sudono.
Ia menambahkan, jika dana daerah belum mencukupi, pihaknya siap mengupayakan dukungan anggaran dari pusat.
Perwakilan Baperida menjelaskan bahwa Kecamatan Bumiayu memiliki peran penting sebagai sentral beberapa kecamatan di wilayah selatan.
Sebagai pusat ekonomi, perbankan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan pariwisata, keberadaan pasar hewan ini dinilai strategis terhadap perekonomian wilayah.
Pasar berfungsi sebagai rantai pasok, pusat pengumpul dan distribusi, stabilisator harga, serta pendorong pertumbuhan UMKM.
“Pasar hewan ini ibarat gula yang menarik semut. Keberadaannya dapat memberi dampak positif bagi para pelaku UMKM di wilayah sekitar,” jelas perwakilan Baperida.
Kegiatan koordinasi dan diskusi penataan Pasar Hewan Bumiayu dihadiri Ketua dan anggota Komisi 2 DPRD, anggota Komisi 3 DPRD, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Baperida, Dinkopundag Brebes, Forkopimca, kepala desa, serta para tokoh dan tamu undangan.***















