Emsatunews.co.id, Pemalang – Puncak program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim Sragen sudah di depan mata. Guna menjamin kelancaran acara yang dijadwalkan berlangsung Kamis besok, tim pengamanan mulai memperketat pengecekan di lokasi upacara, Rabu (20/05/2026).
Komandan Unit (Danunit) Intel Kodim Sragen, Letda Inf Sugeng, terjun langsung menyisir setiap sudut rute jalan dan area parkir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kedatangan rombongan pejabat dan tamu undangan tidak sampai melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat desa setempat.
Prioritaskan Kenyamanan Warga
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Letda Inf Sugeng menegaskan bahwa pendekatan pengamanan kali ini mengedepankan sisi humanis. Menurutnya, kesuksesan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kenyamanan warga selama prosesi penutupan berlangsung.”Kami memetakan titik parkir dan jalur keluar-masuk kendaraan dengan sangat teliti. Tujuannya satu: kegiatan besar ini jangan sampai menghambat mobilitas warga. Masyarakat harus tetap bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar Letda Inf Sugeng di lokasi pengecekan.
Pengaturan Strategis Jalur Tamu
Bersama anggota Unit Intel, Letda Inf Sugeng membagi area parkir menjadi beberapa zona strategis. Hal ini mencakup:
1. Zona Utama: Untuk rombongan Forkopimda dan tamu VVIP.
2. Zona Pendukung: Untuk kendaraan dinas dan tamu undangan umum.
3. Jalur Alternatif: Akses khusus bagi warga desa agar tetap bisa melintas tanpa terjebak kepadatan kendaraan.
Selain teknis lapangan, tim intelijen juga melakukan pendekatan persuasif kepada penduduk sekitar. Warga diberikan pemahaman mengenai skema lalu lintas sementara yang akan diberlakukan selama upacara penutupan.
Warisan Kemanunggalan TNI-Rakyat
Respons positif pun datang dari masyarakat. Mereka mengapresiasi langkah sigap TNI yang tetap memikirkan aspek kenyamanan publik di tengah hiruk-pikuk persiapan seremoni.
Sebagaimana diketahui, TMMD Reguler ke-128 di Sragen telah menuntaskan berbagai proyek vital, mulai dari pembangunan jalan, talud, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pembuatan jamban sehat.
Upacara penutupan besok diprediksi akan menjadi momen emosional yang mempererat hubungan antara prajurit TNI dan rakyat. Kehadiran pimpinan daerah serta tokoh masyarakat diharapkan menjadi penutup yang manis bagi program pengabdian yang sudah berjalan selama sebulan penuh ini.**( Joko Longkeyang).















