PEMALANG, Emsatunews.co.id – Gelombang pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Pemalang terus bergulir secara terstruktur dan masif. Setelah menyasar Kepala Daerah utama, kini giliran Wakil Bupati Pemalang, H. Nurkholis, SH., M.Si., yang menjadi responden dalam agenda statistik nasional tersebut. Proses wawancara dan verifikasi data dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Bupati pada Sabtu (20/6/2026), menandai komitmen penuh jajaran pimpinan daerah terhadap pentingnya akurasi data dasar.
Pendataan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, bersama Ketua Pelaksana SE2026 Somadi dan Penanggung Jawab Statistik Kecamatan Pemalang, Miftah. Di tingkat operasional, proses pengumpulan data dilakukan oleh Cucuk selaku Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan Aulia sebagai Petugas Pendata Lapangan (PPL). Kehadiran tim inti BPS ini menunjukkan seriusnya institusi statistik dalam menjaga kualitas data dari hulu ke hilir.
Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh Wakil Bupati beserta keluarga. Menurutnya, partisipasi aktif dari tokoh publik seperti orang nomor dua di pemerintahan daerah merupakan sinyal kuat bagi masyarakat luas.”Partisipasi aktif dari Bapak Wakil Bupati Nurkholis adalah sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang menaruh perhatian besar pada akurasi data ekonomi. Kami berharap sikap kooperatif ini diikuti oleh seluruh masyarakat agar potret ekonomi Pemalang ke depan benar-benar akurat,” tegas Teguh di lokasi pendataan.
Teguh menjelaskan bahwa data door-to-door yang dikumpulkan dalam SE2026 bukan sekadar deretan angka statistik belaka. Data tersebut merupakan pilar utama penyusunan Cetak Biru Pembangunan daerah. Peta data yang komprehensif akan menjadi landasan esensial bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan global.
Melalui sensus sepuluh tahunan ini, BPS memetakan potensi riil dari seluruh sektor usaha di 14 kecamatan Kabupaten Pemalang. Ruang lingkup pendataan sangat luas, mencakup unit usaha skala domestik konvensional hingga tren bisnis digital dan e-commerce yang tengah tumbuh pesat di kalangan generasi muda. Output jangka panjang dari agenda monumental ini adalah lahirnya peta jalan (roadmap) pertumbuhan ekonomi daerah untuk satu dekade ke depan, yang akan menentukan arah investasi dan pengembangan infrastruktur.
Di sela-sela proses wawancara yang berlangsung santai namun detail, Wakil Bupati Pemalang, Nurkholis, mengimbau masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menyukseskan agenda nasional ini. Ia menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam memberikan informasi kepada petugas pendataan.”Sensus Ekonomi 2026 adalah momentum bersama untuk mencatat seluruh potensi ekonomi daerah. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh warga dan pelaku usaha di Pemalang untuk menyambut petugas dengan tangan terbuka serta memberikan informasi yang jujur sesuai kondisi riil. Data yang lengkap hari ini sangat menentukan kualitas kebijakan pembangunan kita di masa depan,” tegas Nurkholis.
Masyarakat dan pelaku usaha juga diimbau untuk tidak ragu atau takut dalam memberikan data. Berdasarkan regulasi yang berlaku, khususnya Undang-Undang tentang Statistik, BPS menjamin penuh kerahasiaan data seluruh responden. Informasi individu tidak akan disebarluaskan untuk tujuan non-statistik. Keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan iklim usaha, memudahkan akses permodalan, dan menarik minat investor ke Kabupaten Pemalang. Dengan data yang valid, Pemalang optimis dapat meningkatkan daya saing ekonomi di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.*( Joko Longkeyang).















