Berita Utama

Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

Fahroji
8
×

Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

Sebarkan artikel ini

Suratno lebih lanjut memaparkan konsep manusia sebagai khalifatullah dari pemikir Islam Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Berbeda dari Marcuse yang lebih banyak melihat sisi kelam hidup manusia, Cak Nur melihatnya dari sisi spiritual. Keberadan manusia di alam semesta, kata Suratno, tidak berdiri sendiri, tapi terhubung dengan Tuhan.

Advertisement
Baca Juga :  Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

Cak Nur merujuk pada konsep tauhid dalam teologi Islam, khususnya kisah penciptaan Nabi Adam, sebagaimana dituliskan dalam Al-Qur’an,” jelas Suratno.

Suratno menambahkan, peran kekhalifahan tersebut pada akhirnya membawa konsekuensi moral bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sehingga harus berhati-hati dalam setiap perbuatan di dunia.

“Tanggung jawab inilah yang menjadi titik mula moralitas manusia sebagai pemegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan di muka bumi,” kata Suratno.

Baca Juga :  Ajeng Triyani, A.Md., Pimpinan DPRD Kabupaten Pemalang Ikuti Upacara Hardiknas 

Kajian Filsafat & Agama 2026 merupakan program rutin The Lead Institute Universitas Paramadina yang menghadirkan diskusi lintas mazhab pemikiran untuk membedah persoalan kemanusiaan kontemporer dari berbagai perspektif filsafat dan agama.*