Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Sambut HUT RI 2026, Kecamatan Watukumpul Rampungkan Struktur PPHBN

Joko Longkeyang
2
×

Sambut HUT RI 2026, Kecamatan Watukumpul Rampungkan Struktur PPHBN

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Langkah awal persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di tingkat Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, resmi dimulai. Melalui musyawarah matang yang melibatkan seluruh elemen strategis, struktur Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PPHBN) 2026 kini telah sah terbentuk dan siap mengawal jalannya perayaan.

Advertisement

 

​Rapat penting tersebut diselenggarakan di aula kecamatan setempat. Mengingat Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, S.H., berhalangan hadir secara langsung, jalannya rapat didelegasikan dan dipimpin oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), Gigih Panuntun, S.ST.

​Agenda ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Pendidikan, kepala sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, serta seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Watukumpul. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen lintas sektor demi menyukseskan agenda tahunan negara tersebut.

​Sinergi Baru di Jajaran Inti Panitia

​Berdasarkan kesepakatan bersama, forum menunjuk Kasi Trantib Kecamatan Watukumpul, Gigih Panuntun, S.ST., untuk mengemban amanah sebagai Ketua PPHBN 2026. Langkah ini dinilai strategis mengingat aspek ketertiban wilayah menjadi kunci utama kelancaran acara berskala besar.

Baca Juga :  Seorang Wanita Ditemukan di Dekat Warung Kosong Dengan Kondisi Mulut Berbusa

​Guna mengimbangi kerja organisasi, posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Agus Haryanto yang mewakili unsur Forum Kepala Sekolah. Sektor administrasi akan digawangi oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Aris Harjono, S.I.P., selaku Sekretaris, sedangkan posisi Bendahara diamanahkan kepada Aida Wuri, S.E., untuk mengelola transparansi keuangan.

​Gigih Panuntun menegaskan bahwa kepanitiaan ini mengedepankan asas gotong royong. Keterlibatan pihak sekolah dan pemerintah desa menjadi instrumen penting agar gaung kemerdekaan dapat dirasakan hingga pelosok wilayah Watukumpul.​”Sinergi ini adalah modal utama kami. Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat, dari pelajar hingga warga desa, dapat ikut serta merayakan hari bersejarah ini dengan penuh suka cita dan kebanggaan,” ungkap Gigih usai memimpin rapat.

​Fokus Upacara di Lapangan Wanoja hingga Lomba Kadarkum

​Rapat perdana tersebut langsung menghasilkan sejumlah poin kesepakatan krusial mengenai teknis perayaan. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah penetapan Lapangan Wanoja sebagai lokasi resmi upacara pengibaran bendera. Lokasi ini dipilih karena dinilai paling representatif untuk menampung ratusan peserta dari berbagai instansi.

Baca Juga :  Meet the Leaders Universitas Paramadina, Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

​Selain upacara sakral, PPHBN Watukumpul juga menyiapkan variasi kegiatan penunjang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia kali ini tidak hanya fokus pada perlombaan rakyat yang bersifat hiburan, tetapi juga menghadirkan Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum). Kompetisi ini diintegrasikan guna membangun wawasan kebangsaan dan meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat.

​Di sisi lain, persiapan pasukan pengibar bendera (paskibra) juga mulai dikebut. Panitia akan segera menyaring siswa-siswi terbaik dari jenjang SMA sederajat di Watukumpul untuk mengikuti pemusatan latihan intensif.

​Agenda Selanjutnya: Penyusunan RAB

​Setelah struktur utama terbentuk, langkah konkret berikutnya sudah menanti. Panitia PPHBN dijadwalkan kembali berkumpul pada minggu depan, tepatnya hari Kamis, 16 Juli 2026.

​Rapat lanjutan tersebut akan berfokus pada materi yang lebih teknis, yakni penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk masing-masing seksi kegiatan. Perencanaan anggaran yang matang sejak dini diharapkan mampu menjamin efektivitas serta transparansi alokasi dana, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan optimal tanpa kendala finansial.( Joko Longkeyang).