PEMALANG, Emsatunews.co.id — Bukan sekadar candaan! Banyak perilaku perundungan di lingkungan sekolah dasar yang kerap dianggap remeh, padahal dampaknya bisa sangat merugikan. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menggelar sosialisasi pencegahan perundungan di SDN 09 Purwoharjo pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 dengan tujuan mengenalkan bentuk-bentuk perundungan yang sering kali tidak disadari oleh anak-anak sebagai masalah serius.
Kegiatan berlangsung sekitar satu setengah jam penuh semangat! Diawali dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan jenis-jenis perundungan menggunakan media visual interaktif agar mudah dipahami. Di tengah sesi, antusiasme semakin memuncak saat siswa diajak bermain permainan edukatif — mereka berebut maju ke depan untuk menentukan apakah suatu perilaku termasuk bentuk perundungan atau bukan. Materi kemudian ditutup dengan penjelasan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami perundungan, termasuk ke mana dan kepada siapa harus melapor.
Sebagai penutup, tim KKN mengadakan sesi Forum Group Discussion (FGD) selama 15 menit — sebuah ruang aman bagi siswa untuk mengutarakan kecemasan atau pengalaman mereka secara terbuka. Hampir seluruh siswa datang membawa krayon dan pensil warna sesuai instruksi, siap menumpahkan perasaan dan pemikiran mereka di atas kertas. Suasana hangat dan penuh kepercayaan tercipta di ruangan itu.
Sekar Dewanti Putri, mahasiswa yang bertugas sebagai MC sekaligus pendamping kelas 6, mengaku sempat merasa gugup karena ini adalah pengalaman pertamanya memandu acara. “Sebelum acara mulai, aku sempat khawatir apakah adik-adik bakal responsif atau justru acaranya jadi garing. Tapi ternyata mereka antusias banget, jadi aku bisa lebih santai dan improvisasi di luar naskah yang sudah disiapkan,” ujarnya dengan senyum bahagia. Antusiasme siswa terlihat nyata dari awal hingga akhir — berebut menjawab, aktif bermain, hingga menantikan pengumuman pemenang hasil FGD. Meski pelaksanaan berlangsung sedikit lebih lama dari jadwal karena tingginya partisipasi, hal itu justru menjadi bukti bahwa pesan anti-perundungan ini tersampaikan dengan baik di hati mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SDN 09 Purwoharjo tidak hanya mampu mengenali bentuk-bentuk perundungan, tetapi juga memiliki keberanian untuk bersuara, menolak, dan melapor — baik jika mereka sendiri yang mengalaminya maupun melihat teman-teman lain menjadi korbannya. Membangun sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang dimulai dari kesadaran kita masing-masing!
Penulis: Tim KKN Tim II Undip 2026
Foto: Dokumentasi Sosialisasi Anti Bullying SDN 09 Purwoharjo
Kontak Media: @kkn.undip
Editor: Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














