Berita Utama

Perempuan Paramadina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Fahroji
6
×

Perempuan Paramadina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

“Yang pertama adalah kurikulum yang inklusif, beasiswa khusus perempuan di STEM, lalu lingkungan kerja yang family friendly dan support system yang memadai ini menjadi salah satu kebijakan ya.” ujar Wahyuningdiah.

Sementara Dr. Tatik Yuniarti, M.I.Kom, Dosen Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, menekankan pentingnya peran perempuan dalam perubahan sosial dan aksi lingkungan, termasuk melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Ia mencontohkan praktik bank sampah yang banyak dipelopori perempuan dan pentingnya komunikasi partisipatif untuk membangun kesadaran lingkungan.

Baca Juga :  Ketua LMPI Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu Vidio Viral Wanita Berbaju Kuning Bercelana Jin Biru

“Edukasi dan komunikasi partisipatif dapat dilakukan melalui diskusi interaktif, pertukaran pengalaman antarperempuan, serta pelatihan praktis mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.” tutur Tatik.

Baca Juga :  Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Racbini: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Kritis, Kwik Kian Gie

Dalam konteks kepemimpinan, Dr. Siti Nurjanah, MM, Dosen Magister Manajemen Universitas Paramadina menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis empati. “Ketika kita merefleksikan menjadi seorang pemimpin itu juga harus memiliki empati. Kalau sebagai contoh kita sebagai dosen itu juga harus mengasuh dengan humanis, ing ngarso sung tulodo,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Anggarkan 15M untuk Atasi Banjir Rob Desa Blendung 

Ia juga mendorong perempuan untuk membangun komunikasi akademis yang santun. “Kita berargumen secara kritis dalam diskusi tanpa menyerang kehormatan pribadi lawan bicara,” tegasnya.

Melalui webinar tersebut, Perempuan Paramadina mendorong agar pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada wacana kesetaraan, tetapi diwujudkan melalui akses terhadap pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan, sumber daya, serta ruang pengambilan keputusan. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog yang melahirkan gagasan dan kolaborasi untuk membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.*