Scroll ke Atas
Berita Utama

Gotong-Royong Pemdes Cening dan Masyarakat Desa Cening Berhasil Wujudkan Jembatan Usaha Tani

Adang Purnomo
38
×

Gotong-Royong Pemdes Cening dan Masyarakat Desa Cening Berhasil Wujudkan Jembatan Usaha Tani

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Gotong-royong yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cening bersama warga Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berhasil mewujudkan sebuah jembatan beton sepanjang 36 meter dengan lebar 2,5 meter.

Jembatan yang melintang di atas Sungai Bodri tersebut, dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 500 juta yang berasal dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 250 juta dan swadaya masyarakat senilai Rp. 250 juta.

Advertisement

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat meresmikan penggunaan jembatan, Senin (5/1/2025) siang, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Cening dan masyarakat Desa Cening yang telah bergotong-royong sehingga jembatan yang telah lama diimpikan bisa terwujud.

Jembatan usaha tani Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dibangun menghabiskan anggaran sebesar Rp. 500 juta yang berasal dari Dana Desa dan Swadaya Masyarakat. (Dok. Foto: Adang).
Baca Juga :  Tiga Instansi Di Lingkungan Pemkab Kendal Dapat Penghargaan Di Bidang Pelayanan Publik

“Jembatan ini merupakan jembatan usaha tani adalah akses utama bagi warga Desa Cening mana kala hendak menuju ladangnya, dimana luas lahan pertanian milik warga tersebut mencapai 125 hektar”, terang Bupati Kendal.

Selama ini, sambung Bupati Kendal, yang akrab disapa dengan Mbak Tika, warga Desa Cening jika hendak menuju ladang harus bersusah-payah menyeberangi Sungai Bodri dengan arusnya yang cukup deras. Bahkan, lanjutnya, ada beberapa orang warga Desa Cening menjadi korban terseret derasnya arus air Sungai Bodri dan meninggal dunia.

“Namun dengan adanya jembatan tersebut, warga Desa Cening saat hendak ke ladang tidak perlu lagi menyeberangi sungai. Selain itu, juga sangat memudahkan warga dalam mengangkut hasil pertaniannya”, ungkap Mbak Tika.

Untuk itu, pungkas Mbak Tika, saya berpesan agar jembatan ini dijaga dan dirawat dengan sebaik mungkin agar bisa berfungsi lebih lama.

Baca Juga :  Pemdes Ragatunjung Paguyangan Gelar Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku UMKM di Desanya

Sementara itu, Kepala Desa Cening, Budi Raharjo, mengutarakan bahwa biaya pembangunan jembatan usaha tani tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) dan swadaya masyarakat.

“Anggaran dari Dana Desa dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama dianggarkan sebesar Rp. 100 juta dan tahap dua sebesar Rp. 150 juta. Sedangkan untuk swadaya masyarakat senilai Rp. 250 juta”, papar Budi Raharjo.

Lebih lanjut, Budi Raharjo mengemukakan, untuk anggaran dari Dana Desa digunakan seluruhnya untuk pembelian atau pengadaan material dan biaya tenaga ahli.

“Sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong oleh warga yang memiliki lahan yang berada di sebelah selatan sungai. Berdasarkan catatan yang ada, pengerjaan jembatan tersebut dilakukan sebanyak 1.850 kali kerja bakti”, tandas Budi Raharjo. (*17).