Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Wabup Nurkholes Resmikan SPPG Desa Loning, Gas Pol Layani Makan Gratis 2.600 Siswa

Joko Longkeyang
58
×

Wabup Nurkholes Resmikan SPPG Desa Loning, Gas Pol Layani Makan Gratis 2.600 Siswa

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang bukan sekadar omon-omon. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kamis (15/1/2026). Dapur raksasa ini dipastikan siap “menyuplai” asupan gizi untuk 2.600 siswa di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Pemalang sekaligus Ketua Satgas MBG, Nurkholes, terjun langsung meresmikan dapur yang dikelola Yayasan Dapur Pemalang Bercahaya ini. Menurutnya, proyek ini adalah langkah nyata untuk mencetak generasi emas sekaligus menggenjot roda ekonomi lokal.

Advertisement

Nurkholes memberikan wanti-wanti keras kepada pengelola dapur. Ia menegaskan, urusan perut anak sekolah tidak boleh main-main. Kebersihan dan variasi menu wajib menjadi prioritas utama agar anak-anak tidak bosan dan tetap sehat.”Penyajiannya harus bervariasi, kebersihannya harus benar-benar dijaga, dan pencucian alat makan wajib steril. Satu lagi, makanan ini harus dimakan di tempat, tidak boleh dibawa pulang agar manfaat gizinya benar-benar terserap oleh siswa,” tegas Nurkholes saat meninjau fasilitas dapur.

Baca Juga :  Wakil Walikota Bersama Dandim 0735/Surakarta Sidak ke Lokasi KBD

Wabup berharap, kehadiran dapur ini tidak hanya mencerdaskan otak siswa, tapi juga memberikan rasa bangga dan manfaat nyata bagi warga sekitar lingkungan Desa Loning.

Senada dengan Wabup, Ketua Yayasan Dapur Bercahaya, Rismanto, menyebut operasional dapur MBG ini sebagai “anugerah” ekonomi bagi warga Petarukan. Pasalnya, dapur ini menerapkan konsep kolaborasi dengan merangkul pengusaha lokal dan UMKM di sekitar titik dapur.”Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan perputaran uang di Desa Loning. Kami melibatkan perangkat desa dan pelaku UMKM lokal untuk menyuplai kebutuhan bahan baku. Mulai dari beras, telur, buah, hingga roti, semuanya diambil dari pengusaha lokal di sini,” jelas Rismanto.

Baca Juga :  Kepulangan 7 Penyintas Bencana Aceh Tamiang Disambut Haru Bupati Pemalang

Langkah ini dinilai cerdas karena mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri. Selain menjamin gizi anak sekolah terpenuhi, dapur ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi petani dan pedagang lokal.
Acara peresmian tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimca Petarukan, Kepala Desa Loning, serta perwakilan guru dan siswa yang tampak antusias menyambut dimulainya program makan bergizi gratis ini.( Joko Longkeyang)