Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Jalan Mulus Ekonomi Melejit, Potret Kemandirian Desa di Sragen

Joko Longkeyang
49
×

Jalan Mulus Ekonomi Melejit, Potret Kemandirian Desa di Sragen

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Sragen – Wajah perdesaan di Bumi Sukowati kini tengah bersalin rupa. Salah satu potret keberhasilan yang paling mencolok datang dari Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen. Desa yang dahulu sempat menyandang status tertinggal ini, sukses melakukan lompatan besar hingga dinobatkan sebagai Desa Mandiri pada tahun 2025.

​Perubahan revolusioner ini tidak datang secara tiba-tiba. Di bawah komando Kepala Desa Daryono, Kaliwedi terus memoles diri. Keberhasilan ini juga menjadi bukti efektivitas program kolaboratif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digawangi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melalui kucuran Bantuan Keuangan (Bankeu).”Tahun 2025 kami menerima Bankeu Rp 100 juta yang difokuskan untuk pengaspalan jalan. Infrastruktur yang mantap terbukti menjadi kunci penggerak ekonomi warga,” ungkap Daryono, Minggu (25/1/2026).

Advertisement

​Dampak perbaikan akses jalan tersebut sangat terasa pada sektor pariwisata. Destinasi unggulan Waterboom Jambangan Permai yang dikelola BUMDes Kaliwedi mengalami lonjakan kunjungan drastis, dari 39 ribu orang menjadi lebih dari 80 ribu wisatawan per tahun. Pendapatan pun terkerek naik dari Rp 800 juta menjadi Rp 1,3 miliar pada akhir 2025.

Baca Juga :  Pecah Rekor! Investasi Jawa Tengah Tembus Rp 88,50 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

​Tak hanya sektor wisata, distribusi komoditas unggulan desa seperti padi organik, melon, hingga kelengkeng kini semakin lancar. Tata kelola pemerintahan desa pun ikut bertransformasi ke arah digital dan transparan. “Anggaran harus terbuka, warga wajib tahu ke mana setiap rupiah digunakan,” tegas Daryono.

​Keberhasilan serupa juga ditunjukkan oleh Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong. Berkat polesan infrastruktur dari bantuan provinsi, objek wisata Sendang Kun Gerit kini semakin moncer. Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, menyebutkan bahwa perbaikan jalan dan pembangunan sumur dari dana desa telah mengubah pola tanam petani.​”Dulu petani kami hanya bisa panen sekali setahun, sekarang bisa tiga kali. Perekonomian warga naik drastis dan desa kami semakin dikenal luas,” jelas Sutardi.

Baca Juga :  Kolaborasi untuk Pembangunan, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I Kunjungan Kerja ke Kabupaten Halmahera Utara

​Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Nadi Santoso, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah desa mandiri di Jawa Tengah merupakan hasil kerja keroyokan lintas sektor yang didorong oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Berdasarkan data Indeks Desa 2025, Jawa Tengah kini telah memiliki 2.208 desa mandiri, dan sudah tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal.”Membangun Jawa Tengah itu dimulai dari desa. Saat Bankeu provinsi meningkat menjadi Rp 1,7 triliun pada 2025, ini menjadi angin segar bagi percepatan kemandirian ekonomi daerah,” ujar Nadi.

​Dukungan berkelanjutan dari Pemprov Jateng ini diharapkan terus menjadi stimulan bagi desa-desa lain untuk berinovasi dan mandiri, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (*)