Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Gusti Bhre Empat Tahun Bertakhta, Menjaga Tradisi, Memacu Destinasi Mangkunegara

Joko Longkeyang
88
×

Gusti Bhre Empat Tahun Bertakhta, Menjaga Tradisi, Memacu Destinasi Mangkunegara

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Surakarta – Gemuruh derap langkah prajurit dan sakralitas Tari Bedhaya Anglir Mendhung menandai peringatan empat tahun naik takhta Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) KGPAA Mangkunegara X. Perhelatan bertajuk Tingalan Jumenengan Dalem tersebut berlangsung khidmat di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026), menjadi bukti nyata bertemunya tradisi luhur dengan dinamika zaman modern.

​Acara yang memperingati masa kepemimpinan Gusti Bhre sejak 2022 ini tidak hanya menjadi ritual internal kerabat, tetapi juga pesta budaya yang melibatkan masyarakat luas. Sedikitnya 1.000 warga dari berbagai elemen, termasuk pelajar dan komunitas lokal, berbaur bersama 800 tamu undangan untuk menyaksikan kemegahan prosesi royal defile.

Advertisement

​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir memberikan penghormatan mewakili Pemerintah Provinsi, menyampaikan pesan khusus bagi sang penguasa muda. Sumarno berharap kepemimpinan Gusti Bhre terus memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata.”Kami berharap Mangkunegaran terus menjadi motor bagi wisata di Surakarta dan tetap konsisten memegang teguh nilai-nilai budaya luhur yang telah terjaga selama ini,” tutur Sumarno usai prosesi upacara.

Baca Juga :  Wakil Bupati Brebes Hadiri Haul Syekh Junaedi Al Baghdadi ke 278

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai, keberadaan Mangkunegaran di bawah kepemimpinan KGPAA Mangkunegara X sangat krusial sebagai identitas wilayah yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

​Dalam momen tersebut, Gusti Bhre menekankan bahwa visi Mangkunegaran harus senantiasa adaptif. Tradisi tidak boleh berhenti di tempat, melainkan harus mampu berjalan beriringan dengan tuntutan zaman agar tetap dicintai generasi muda.

Baca Juga :  Sekda Jateng Ingatkan Filosofi “Ikan Busuk dari Kepala” di Sekolah Antikorupsi Kades

​Hadir dalam jajaran tamu kehormatan, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Selvi Ananda, turut memberikan restu pada peringatan sakral ini. Tak hanya prosesi adat, acara juga diwarnai dengan penyerahan kekancingan atau gelar kehormatan kepada sejumlah tokoh masyarakat yang dianggap berkontribusi nyata bagi bangsa.

​Tingalan Jumenengan sendiri bukan sekadar perayaan ulang tahun kepemimpinan. Secara etimologi, tingalan berarti peringatan dan jumeneng berarti bertakhta. Bagi publik Solo, agenda tahunan ini telah menjelma menjadi magnet wisata budaya yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif di sekitarnya.( Joko Longkeyang)