Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Sungai Comal Meluap, Pesantren Desa di Ulujami Pemalang Terendam Banjir

Joko Longkeyang
14
×

Sungai Comal Meluap, Pesantren Desa di Ulujami Pemalang Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Ribuan warga di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, terpaksa terjaga dari tidur mereka setelah luapan Sungai Comal merendam permukiman pada Kamis (26/3/2026) dini hari. Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam.

​Berdasarkan laporan di lapangan, debit air mulai naik drastis dan memasuki perkampungan warga sekitar pukul 02.30 WIB. Kondisi geografis desa yang bersisian dengan aliran sungai membuat air cepat meluap saat kiriman air dari hulu meningkat.

Advertisement
Baca Juga :  Gelar Demplot Pertanian Organik Padi dan Tembakau, Bupati Pemalang Berikan Apresiasi

​Dampak Banjir Meluas

​Kepala Desa Pesantren, Rudi Hartono, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini memiliki cakupan dampak yang sangat luas. Menurutnya, hampir tidak ada wilayah di desanya yang luput dari terjangan air.

​”Kondisi debit air meningkat signifikan sejak dini hari tadi. Untuk dampaknya, hampir seluruh wilayah Desa Pesantren terdampak semuanya,” ujar Rudi Hartono saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Meskipun ketinggian air bervariasi di setiap titik, aktivitas warga praktis lumpuh total karena akses jalan dan rumah tinggal mulai tergenang.

Baca Juga :  Kredit Tanpa Agunan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia Dilaunching di Pemalang

​Waspada Cuaca Ekstrem

​Pihak pemerintah desa bersama instansi terkait kini tengah melakukan pendataan dan pemantauan di titik-titik rawan. Warga diminta untuk mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi serta tetap waspada jika ada kenaikan debit air susulan.

​Mengingat prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan ekstrem masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau untuk memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak