Emsatunews.co.id, Pemalang – Suasana religius menyelimuti Komplek Makam Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, saat ribuan warga menghadiri Haul Akbar ke-83 KH Abu Bakar, Sabtu (28/3/2026). Acara tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus membentengi diri dari ajaran sesat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro didampingi istri, Noor Faizah Maenofie. Kedatangan orang nomor satu di Pemalang ini disambut hangat oleh Camat Taman, Penjabat (Pj) Kepala Desa Asemdoyong, serta para tokoh agama setempat.
Ziarah dan Doa untuk Sang Ulama
Di tengah kekhusyukan acara, Bupati Anom menyempatkan diri melakukan ziarah dan memanjatkan doa di pusara KH Abu Bakar. Kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa almarhum dalam syiar Islam di wilayah Pemalang.
Tahun ini, Haul ke-83 mengusung tema “Semangat Kesatuan dan Persatuan Kita Jalin Ukhuwah Islamiyah“. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat agar masyarakat Desa Asemdoyong tetap teguh pada ajaran agama yang lurus dan tidak mudah terpengaruh oleh doktrin khurofat, hoaks, maupun ajaran yang menyesatkan.
Pesan Bupati: Meneladani Ilmu Ulama
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun daerah. Ia memohon doa restu agar amanah pembangunan yang sedang dijalankan dapat berjalan lancar.
”Kami dari pemerintah terus berupaya merealisasikan program pembangunan. Tentu hal ini membutuhkan dukungan doa dari para ulama serta seluruh elemen masyarakat Pemalang,” ujar Anom.
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk terus mendoakan para sesepuh dan ulama yang telah mendahului. Menurutnya, menjaga warisan ilmu dari para kiai adalah kunci mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.
”Mari kita jaga apa yang telah diajarkan oleh para guru dan kiai kita. Teladani ilmunya dan teruskan kepada anak cucu kita agar sanad ilmu ini tidak terputus,” tambahnya.
Tausiyah Penyejuk Hati
Acara yang berlangsung khidmat ini juga menghadirkan KH Khozinatul Asror dari Tegal sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas pentingnya menjaga kejernihan hati dan kewaspadaan terhadap informasi dusta yang dapat memecah belah umat.
Kegiatan Haul Akbar ini berjalan dengan tertib dan lancar, membuktikan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Asemdoyong tetap terjaga kuat di bawah bimbingan para ulama dan pemerintah daerah.**( Joko Longkeyang ).















