Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahInternasionalNasional

May Day 2026: Gubernur Luthfi ‘Turun Gunung’ Serap Aspirasi Buruh

Joko Longkeyang
14
×

May Day 2026: Gubernur Luthfi ‘Turun Gunung’ Serap Aspirasi Buruh

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat sore (1/5/2026) berlangsung kondusif. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih untuk “turun gunung” menemui langsung ribuan massa dari elemen buruh dan mahasiswa yang memadati lokasi aksi.

​Langkah persuasif ini diambil untuk mendengarkan langsung tuntutan para pekerja sekaligus memberikan jawaban konkret atas persoalan ketenagakerjaan di wilayahnya.

Advertisement

​Rasa Aman Sebagai Modal Investasi

​Dalam orasinya di hadapan massa, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para buruh di 35 kabupaten/kota yang mampu menjaga kondusivitas selama peringatan May Day. Didampingi Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro, ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah kunci utama kepercayaan investor.”Terima kasih karena May Day berjalan tertib. Rasa aman ini bukan sekadar suasana, tapi investasi berharga bagi kemajuan ekonomi Jawa Tengah,” ungkap Luthfi yang disambut tepuk tangan massa.

Baca Juga :  4 Agustus Sidang Lanjutan Dua SHM Desa Kuala Dua, Andel : “Berjuang Kembalikan Hak Milik Warga”

​Bukan Sekadar Upah: Solusi Kesejahteraan Terpadu

​Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada persoalan upah, namun juga pada skema kesejahteraan di luar gaji. Sejumlah program strategis dipaparkan, mulai dari penguatan ratusan koperasi karyawan untuk menekan harga kebutuhan pokok, hingga penyediaan fasilitas daycare bagi buruh yang memiliki balita.

​Tak hanya itu, subsidi transportasi melalui Trans Jateng dan rencana program perumahan bagi pekerja menjadi prioritas guna meringankan biaya hidup jangka panjang. “Buruh adalah embrio kekuatan ekonomi kita, bukan sekadar alat produksi. Kita satu tekad untuk sejahtera bersama,” tegasnya.

​Problem Solving Melalui Dialog

​Usai menyapa massa dan menyerahkan rangkaian bunga sebagai simbol penghormatan kepada pahlawan ekonomi, Ahmad Luthfi mengajak perwakilan serikat pekerja dan mahasiswa masuk ke ruang diskusi.

Baca Juga :  Jadi BPD Tersehat Nasional, Bank Jateng Bukukan Laba Rp1,4 Triliun

​Beberapa isu krusial dibahas secara mendalam, antara lain:1. Kepastian kompensasi bagi korban PHK. 2. Peningkatan pengawasan sistem kerja outsourcing. 3. Perbaikan infrastruktur jalan di kawasan industri. 4. Akses pendidikan murah bagi anak-anak buruh.

​Menanggapi tuntutan tersebut, Luthfi berjanji akan mengoptimalkan desk tenaga kerja dan memperkuat sinergi tripartit (pemerintah, pengusaha, dan pekerja). Ia memastikan bahwa pemerintah hadir sebagai mediator aktif yang adil.”Semua aspirasi sudah kami catat. Kita siapkan langkah problem solving yang nyata agar hak-hak buruh benar-benar terlindungi oleh hukum,” pungkasnya.

​Peringatan May Day 2026 di Jawa Tengah kali ini menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis jauh lebih efektif dalam menjembatani kepentingan dunia usaha dan perlindungan tenaga kerja.**( Joko Longkeyang).