Emsatunews.co.id, Boyolali – Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan taringnya dalam percepatan ekonomi kerakyatan. Hingga Sabtu (16/5/2026), Jateng tercatat sebagai provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional dalam pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 6.271 unit koperasi dilaporkan telah aktif melayani masyarakat di berbagai pelosok desa.
Dominasi Jateng di Level Nasional
Dalam seremoni peresmian yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring dari Nganjuk, Jawa Timur, Jawa Tengah menyumbang kontribusi masif. Dari total 1.061 unit KDKMP baru yang diresmikan Presiden hari ini, sebanyak 531 unit berada di wilayah Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung prosesi ini dari KDKMP Kragilan, Boyolali. Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan Jateng terletak pada fleksibilitas operasional.
”Koperasi kita tidak perlu menunggu gedung megah selesai 100 persen untuk mulai bergerak. Saat ini, 6.271 koperasi sudah berjalan atau sekitar 73 persen dari target. Kami fokus pada fungsi pelayanan masyarakat terlebih dahulu,” ujar Luthfi.
Kolaborasi Strategis dengan TNI
Kecepatan pembangunan infrastruktur fisik koperasi di Jateng tidak lepas dari sinergi kuat bersama Kodam IV/Diponegoro. Berdasarkan data teknis, pembangunan tersebar di beberapa wilayah komando resor militer:
Korem 074/Warastratama: 332 titik.
Korem 072/Pamungkas: 103 titik.
Korem 073/Makutarama: 55 titik.
Korem 071/Wijayakusuma: 41 titik.
Kabupaten Wonogiri memimpin klasemen pembangunan terbanyak dengan 186 gedung, diikuti oleh Boyolali (180 gedung), dan Klaten (174 gedung).
Menghidupkan Ekonomi dari Pinggiran
Luthfi menekankan bahwa setiap KDKMP memiliki karakteristik unik yang disesuaikan dengan potensi daerah, baik di wilayah pesisir maupun pegunungan. Beberapa koperasi bahkan sudah mulai melayani transaksi pembayaran listrik dan air sebagai langkah awal kemandirian finansial desa.
”Ini adalah implementasi ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Potensi lokal harus menjadi produk unggulan,” tegasnya.
Visi Besar Presiden Prabowo
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menargetkan lompatan besar di sektor ini. Sejak dimulai pada November 2025, pemerintah telah berhasil membangun pondasi kuat bagi ribuan koperasi.
“Jika UMKM dan koperasi kita kuat, maka ekonomi desa akan tumbuh mandiri. Inilah pondasi utama Indonesia Maju,” pungkas Presiden dalam arahannya.
Eksistensi KDKMP ini diharapkan menjadi motor penggerak baru yang menghapus ketergantungan desa terhadap sistem keuangan yang tidak sehat dan mempercepat pemerataan kesejahteraan.**( Joko Longkeyang).















