Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Tanggul Jebol di Tayu Jadi Prioritas, Gubernur Luthfi Pastikan Penanganan Cepat

Joko Longkeyang
9
×

Tanggul Jebol di Tayu Jadi Prioritas, Gubernur Luthfi Pastikan Penanganan Cepat

Sebarkan artikel ini

PATI, Emsatunews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan perbaikan tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter sebagai langkah paling mendesak untuk menghentikan masuknya air laut yang menggenangi permukiman warga akibat fenomena rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Keputusan ini diambil langsung setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bencana secara langsung pada Selasa (23 Juni 2026).

Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama jangka pendek guna melindungi keselamatan dan aset masyarakat dari dampak pasang air laut yang terus berulang. Ia menyampaikan bahwa rencana kerja telah disusun dan keputusan pelaksanaannya sudah ditetapkan agar segera dapat dimulai.“Kami sudah cek kondisi di lapangan, menggelar rapat koordinasi, dan memfinalisasi langkah yang harus diambil. Hari ini diputuskan bahwa hal paling utama dan segera dikerjakan adalah membangun kembali tanggul yang rusak ini agar air tidak lagi masuk ke pemukiman warga,” tegas Luthfi di lokasi peninjauan.

Advertisement

Untuk mendukung pelaksanaan perbaikan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta. Dana ini akan digunakan untuk merehabilitasi tanggul sepanjang sekitar 450 meter yang menjadi garis pertahanan utama kawasan pesisir tersebut. Dengan selesainya pekerjaan ini diharapkan aliran air laut dapat tertahan dan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga dapat segera surut.

Baca Juga :  Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes Gelar Vaksinasi Lanjutan di Lokasi Pasar Winduaji

Selain penanganan fisik, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang rumah dan lingkungannya terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, hingga bantuan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak. Secara keseluruhan, nilai bantuan yang disiapkan mencapai Rp 316 juta.

Gubernur Luthfi meminta agar seluruh bantuan yang telah disiapkan didistribusikan secara cepat dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dan aparat setempat agar tidak ada warga yang membutuhkan bantuan justru terlewatkan.“Saya minta Kepala Desa dan perangkatnya segera membagikan bantuan ini kepada warga yang paling membutuhkan. Pastikan semuanya diterima dengan baik dan sesuai kebutuhan,” instruksinya.

Ia juga menginstruksikan instansi terkait untuk terus memberikan pendampingan pasca-bencana. Dinas Kesehatan diminta tetap menurunkan tim medis guna memantau kondisi kesehatan warga dan mencegah penyebaran penyakit. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah diminta memetakan kerusakan fasilitas umum dan sekolah agar langkah pemulihan dapat segera disusun.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, penanganan tidak hanya berhenti pada perbaikan tanggul semata. Pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Pati dan kementerian terkait akan merancang strategi yang lebih menyeluruh. Langkah tersebut meliputi penanaman hutan bakau di sepanjang pantai untuk memperkuat ekosistem pesisir, kajian teknis pembangunan tanggul permanen, hingga pembangunan pemecah gelombang guna mengurangi kekuatan arus air laut.“Untuk jangka panjang tentu masih banyak hal yang harus kami persiapkan. Kami akan mengumpulkan tim ahli dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar solusi yang diambil benar-benar bertahan lama dan mampu melindungi kawasan ini dari ancaman rob di masa mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral di Medsos Sebuah Video Bernarasi Pemerasan Sejumlah Pemuda di Paninggaran, Ini Penjelasan Kapolres Pekalongan

Kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi di tengah warga menyambut rasa haru dan harapan. Sugiono, salah seorang warga yang rumahnya terendam air, menyampaikan rasa syukur dan berharap perbaikan tanggul segera terealisasi.“Sudah beberapa hari air tidak surut karena tanggulnya jebol. Kami sangat berterima kasih Pak Gubernur sudah datang melihat kondisi kami. Semoga tanggul ini cepat diperbaiki agar kami bisa tinggal dengan tenang kembali,” ujarnya sambil menahan haru.

Hal serupa diungkapkan Jumiah, warga lain yang rumahnya sempat terendam air setinggi 50 sentimeter. Ia mengaku bersyukur karena perhatian pemerintah datang tepat waktu.“Kemarin airnya cukup tinggi sampai masuk ke dalam rumah. Terima kasih banyak Pak Gubernur sudah meluangkan waktu dan memberikan bantuan untuk kami semua,” katanya.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen nyata pemerintah dalam menangani dampak bencana secara terpadu. Dengan penanganan darurat yang cepat dan perencanaan jangka panjang yang matang, diharapkan kawasan pesisir Tayu dapat kembali pulih dan lebih tangguh menghadapi ancaman perubahan iklim serta pasang air laut ke depannya.*( Joko Longkeyang).