PEMALANG, Emsatunews.co.id — Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang, Moza Agung Nugroho, melakukan kunjungan kerja mendadak ke lokasi Pendidikan Dasar dan Pelatihan Kader Pertama Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan ke-24 di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
Kedatangan petinggi PCNU Pemalang yang didampingi oleh jajaran wakil sekretaris ini bukan sekadar meninjau jalannya kaderisasi yang diikuti oleh 78 peserta, melainkan juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan seluruh ketua MWC se-Kabupaten Pemalang. Suasana kunjungan mendadak tersebut langsung cair melalui forum diskusi santai yang akrab disebut warga setempat sebagai Gegeran (Gendu Gendu Rasan).
Dalam forum interaktif tersebut, sejumlah isu krusial dibahas secara mendalam. Mulai dari dinamika politik lokal yang sedang hangat, yakni isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang, hingga strategi penguatan organisasi jangka panjang.
Moza Agung Nugroho menekankan pentingnya optimalisasi 18 lembaga resmi di bawah naungan Nahdlatul Ulama demi mencapai kemandirian organisasi. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki oleh lembaga-lembaga tersebut harus segera digarap secara maksimal guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
”Di NU ada 18 lembaga yang jika kesemuanya dioptimalkan akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat, karena sudah meliputi semua aspek baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kebudayaan, dan lainnya,” ujar Moza di hadapan para pengurus MWC.
Adapun ke-18 lembaga strategis NU yang menjadi fokus pembahasan meliputi: Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif), Lembaga Dakwah NU (LDNU), Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah NU (RMI NU), Lembaga Bahtsul Masa’il NU (LBM NU), Lembaga Seni Budaya Muslimin NU (Lesbumi NU), Lembaga Falaqiyah (LFNU), Lembaga Amil Zakat, Infak & Sedekah NU (LAZISNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN NU), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU), Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBHNU),Lembaga Ta’mir Masjid (LTM NU), Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP NU), Lembaga Kesehatan (LKNU), Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK NU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP NU), Lembaga Pendidikan Tinggi (LPTNU), Lembaga Perekonomian (LPNU).
Selain membahas kemandirian lembaga, forum Gegeran juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi organisasi ke depan, khususnya terkait kaderisasi di tingkat pelajar. Kesulitan dalam mencari serta merawat kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menjadi catatan penting yang harus segera dicarikan solusi solutif oleh seluruh jajaran pengurus.
Melalui kunjungan ini, PCNU Pemalang berharap sinergi antara pengurus cabang, MWC, hingga badan otonom dapat semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan zaman serta mengawal kemaslahatan umat di Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang).















