PEMALANG, Emsatunews.co.id — Bursa pengisian kursi Wakil Bupati Pemalang pasca-dinamika politik terkini terus menghangat di tengah masyarakat. Sejumlah nama figur publik dan pimpinan partai politik mulai santer diperbincangkan untuk mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Jawa Tengah.

Salah satu nama yang turut mencuat dan digadang-gadang memiliki kapasitas mumpuni adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Partai Golkar, Aris Ismail, S.A.P.
Menanggapi arus dukungan dan aspirasi yang mengalir tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang ini secara terbuka memberikan respons tegas. Saat ditemui di Pemalang, Sabtu (8/8/2026), Aris menyampaikan apresiasi atas kepercayaan serta pandangan positif yang diberikan oleh berbagai pihak kepada dirinya.
Kendati demikian, ia secara blak-blakan menyatakan tidak memiliki niat atau keinginan untuk maju dalam bursa pencalonan sebagai Wakil Bupati Pemalang.
”Saya mengapresiasi adanya usulan atau pandangan dari masyarakat maupun berbagai pihak yang menilai saya memiliki kapasitas untuk mengisi posisi Wakil Bupati. Tetapi, secara pribadi saya tidak menginginkan untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Pemalang,” ujar Aris kepada awak media, Sabtu (8/8/2026).
Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah tetap fokus menuntaskan amanah dan tanggung jawab di lembaga legislatif sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Menurutnya, stabilitas kinerja dewan dan kesinambungan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah jauh lebih krusial di tengah situasi transisi saat ini.
Di sisi lain, ketika disinggung mengenai proses hukum yang tengah mendera eksekutif tertinggi di daerah, Aris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati prosedur hukum yang berlaku.
Sebagaimana diketahui, dinamika di Pemkab Pemalang bermula ketika Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 28 Juli 2026. Tak lama berselang, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes resmi ditunjuk dan menerima surat penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang pada Jumat, 31 Juli 2026 dan keduanya diusung oleh Partai Golkar.
Menyikapi situasi tersebut, Aris menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah agar roda pelayanan publik kepada masyarakat tidak tersendat sedikit pun.
”Saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kita serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses yang ada,” tuturnya.
Terkait mekanisme pengisian jabatan wakil kepala daerah, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aturan normatif serta mekanisme perundang-undangan yang berlaku di pemerintahan. Dirinya memilih untuk mengambil jarak dari bursa perebutan kursi tersebut demi menjaga konsentrasi pada tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.
”Untuk persoalan pengisian Wakil Bupati, tentu ada mekanisme dan aturan yang harus dijalankan. Saya tidak ingin masuk dalam bursa tersebut. Saya tetap fokus menjalankan tugas saya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, Aris berharap agar seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pemalang tetap tenang, solid, dan bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan agar roda pembangunan daerah dapat terus berjalan secara optimal demi kepentingan rakyat banyak.
”Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana pemerintahan tetap berjalan, pembangunan berlanjut, dan kepentingan masyarakat Pemalang tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.( Joko Longkeyang).















