Berita UtamaDaerahPemalang

Berkat Program Speling Pemprov Jateng, Warga Desa Kini Bisa Berobat ke Dokter Spesialis Tanpa Ribet

Joko Longkeyang
7
×

Berkat Program Speling Pemprov Jateng, Warga Desa Kini Bisa Berobat ke Dokter Spesialis Tanpa Ribet

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Menempuh perjalanan puluhan kilometer demi berobat ke rumah sakit sering kali menjadi mimpi buruk bagi warga di pelosok desa. Persoalan jarak, ketiadaan kendaraan pribadi, hingga mahalnya biaya transportasi kerap membuat masyarakat memilih menunda pengobatan.

​Kondisi inilah yang dirasakan oleh Retno, seorang ibu asal Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Tinggal di kawasan terpencil yang berbatasan dengan Magelang membuatnya kesulitan membawa sang buah hati yang menderita gangguan pembekuan darah di otak untuk rutin menemui dokter spesialis saraf.

Advertisement

​Namun, hambatan tersebut perlahan terkikis berkat hadirnya terobosan jemput bola dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyapa desanya pada akhir Juli 2026 lalu.

Solusi Kesehatan Nyata Lewat Program Speling

​Program Speling yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Tengah sejak Maret 2025 kini menjadi angin segar bagi masyarakat pedesaan. Mengusung konsep pelayanan langsung di balai desa, program ini menghadirkan dokter spesialis dari berbagai bidang secara cuma-cuma, cukup dengan menunjukkan kartu identitas.

Baca Juga :  "Apel Kok Duduk?" Gubernur Luthfi Ajak Kepala Daerah Kompak Hujan-Hujanan di Semarang

​Retno bukan satu-satunya warga yang merasakan manfaat besar dari program ini. Di Kendal, seorang warga bernama Jamsari yang telah menderita diabetes selama 15 tahun kembali mendapatkan akses kontrol kesehatan setelah sempat terhalang biaya. Sementara di Banyumas, seorang siswi SMA bernama Feni Anindya terbantu layanan kesehatan jiwa untuk memetakan arah masa depannya.

​Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berpusat di perkotaan atau rumah sakit besar saja. Pemerintah berkomitmen untuk mendekatkan fasilitas kesehatan langsung kepada warga hingga ke pelosok.”Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis, bisa periksa kesehatan ke dokter spesialis, anaknya yang stunting juga ditangani, termasuk kesehatan jiwa dan sebagainya,” tegas Luthfi.

Jangkau Ratusan Ribu Warga dan Integrasi Nasional

​Berdasarkan data hingga 13 Agustus 2026, Program Speling telah mencatatkan rekam jejak masif dengan pelaksanaan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan se-Jawa Tengah. Sebanyak 128.109 warga tercatat telah menikmati layanan medis langsung ini.

Baca Juga :  WCD 2026: Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari SampahLewat Aksi Berkelanjutan

​Fokus layanan Speling mencakup lima sektor utama: Pemeriksaan ibu hamil dan pencegahan stunting (menjangkau belasan ribu ibu hamil). Skrining Tuberkulosis (TBC) untuk deteksi dini penyakit menular. Layanan kesehatan jiwa untuk pendampingan psikologis masyarakat. Pemeriksaan kanker serviks bagi perempuan. Integrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.

​Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menyampaikan bahwa pihaknya tidak sekadar berhenti pada tahap deteksi atau skrining awal.​”Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik melalui sistem rujukan dan pendampingan hingga tuntas,” ujar Zulfachmi.

​Menyongsong Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah, keberhasilan program Speling membuktikan bahwa transformasi pelayanan publik mampu meruntuhkan sekat geografis. Dengan target menjangkau 284 ribu warga hingga penghujung tahun 2026, Pemprov Jateng terus memastikan bahwa hak atas kesehatan yang layak dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.( Joko Longkeyang).