Berita UtamaDaerahPemalang

Membedah! Sensus Ekonomi 2026: Blusukan Hutan Pinus hingga Digitalisasi Pemalang

Joko Longkeyang
4
×

Membedah! Sensus Ekonomi 2026: Blusukan Hutan Pinus hingga Digitalisasi Pemalang

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Siapa bilang angka statistik itu membosankan? Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang baru saja membongkar fakta mengejutkan! Data bukan sekadar deretan tabel mati, melainkan sebuah petualangan seru yang merekam denyut nadi ekonomi dari hingar-bingar kota hingga sejuknya hutan pinus.

​Semangat membara ini meledak dalam Workshop Diseminasi Data Statistik yang sukses mempertemukan BPS, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta puluhan jurnalis di sebuah hotel mewah di jalan Ahmad Yani di Pemalang, Rabu (19/8/2026).

​Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, dengan tegas membakar semangat para insan pers untuk menjadikan data sebagai senjata utama dalam menyajikan berita yang tajam dan berbasis fakta.​”Data menjadi sumber utama bagaimana seorang jurnalis menyampaikan informasi kepada publik agar informasi tersebut berbasis fakta,” seru Teguh penuh energi.

​Misi Akbar: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai!

Baca Juga :  Universitas Paramadina dan ILO Bahas Responsible Business Conduct dan Kerja Layak dalam Seminar Internasional

​Sorotan paling panas dalam forum ini adalah gempuran Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah melaju kencang hingga 31 Agustus mendatang. Teguh menegaskan, agenda nasional yang digelar tiap satu dekade sekali pada tahun berakhiran angka enam ini adalah mahakarya perencanaan yang matang, bukan sekadar kebetulan! “Ini bukan by accident, tetapi by design!” tegas Teguh mantap.

​Langkah besar ini menjadi titik balik untuk merombak peta ekonomi Pemalang setelah sukses digelar pada 1986, 1996, 2006, dan 2016. Mengingat tsunami digitalisasi dan perubahan perilaku belanja masyarakat yang super cepat, wajah bisnis di Pemalang sudah jauh berubah total dari dekade sebelumnya.

​Sebagai pembanding, Sensus Ekonomi 2016 mencatat ada 141.000 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta 849 Usaha Menengah dan Besar (UMB). Kini, BPS siap membongkar kejutan baru tentang pertumbuhan ekonomi daerah!

Baca Juga :  Warga Pemalang Sulap Desa Jadi Lautan Cahaya Merah Putih, Plt Bupati: Kreativitas Luar Biasa!

Dari Dapur Digital hingga Hutan Pinus: Aksi Nyata Petugas!

​Ada cerita unik di balik layar sensus kali ini. Teguh mengungkapkan bahwa aktivitas bisnis masa kini sudah tanpa batas—dari emak-emak pedagang rumahan yang sukses meraup cuan lewat media sosial, hingga para pelaku usaha di pelosok terpencil.

​Hebatnya lagi, demi memastikan tidak ada satu pun rupiah perputaran ekonomi yang terlewat, para pahlawan data BPS harus rela blusukan ekstrem hingga ke kawasan hutan pinus di Desa Argasari! “Petugas sensus di tengah hutan saja bisa menjadi berita,” ujar Teguh disambut tawa dan decak kagum peserta workshop.

​Semangat kolaborasi ini turut didukung penuh oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti. “Berita kritis sebagai bentuk kontrol sosial demi pembangunan daerah,”ungkap Dian Ika S.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa suara kritis media adalah vitamin terbaik bagi pemerintah untuk mengawal percepatan pembangunan daerah.( Joko Longkeyang).