Berita UtamaDaerahPemalang

Sulap Sampah Jadi Cuan! Mahasiswa KKN Undip Ubah Galon Bekas Jadi Pupuk Subur di Pemalang

Joko Longkeyang
8
×

Sulap Sampah Jadi Cuan! Mahasiswa KKN Undip Ubah Galon Bekas Jadi Pupuk Subur di Pemalang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang — Ada yang berbeda di Balai Desa Sikayu, Kabupaten Pemalang. Tumpukan sampah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebelah mata dan berakhir dibakar, kini disulap menjadi harta karun bernilai tinggi oleh tangan-tangan kreatif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip).

​Melalui inovasi komposter galon, para mahasiswa sukses memantik antusiasme ibu-ibu PKK dan rumahtangga (IRT) setempat untuk mengolah limbah organik secara mandiri pada Senin, 3 Agustus 2026. Aksi nyata ini langsung mencuri perhatian warga karena menjawab langsung masalah klasik lingkungan tanpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah tersebut.

​Solusi Jenius Atasi Krisis Sampah Desa

​Belum optimalnya pengelolaan sampah di Desa Sikayu mendorong tim KKN Undip bergerak cepat. Alih-alih membiarkan warga membakar sampah yang justru merusak udara, mereka memperkenalkan wadah galon air mineral bekas sebagai reaktor kompos mini yang praktis, murah, dan ramah lingkungan.

Baca Juga :  Pastikan Tepat Sasaran dan Berjalan Lancar Babinsa Pantau Penyaluran BLT Dana Desa Padeslohor Jatibarang

​Koordinator Desa (Kordes) KKN Undip, Rafael, menegaskan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan di setiap pekarangan rumah.

​”Program ini diupayakan sebagai langkah untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa sampah organik dari rumah tangga dapat diolah secara bermanfaat. Karena sampai sekarang, pengelolaan sampah di Desa Sikayu belum dilakukan secara optimal, maka diperlukan penyuluhan mengenai alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan tidak hanya dengan cara dibakar,” ujar Rafael penuh semangat.

​Praktik Langsung dan Dukungan Penuh Warga

​Tak hanya teori, suasana balai desa mendadak riuh saat sesi praktik dimulai. Dua perwakilan peserta langsung diajak merakit galon bekas, memasukkan lapisan tanah, hingga menata sampah organik dapur dengan takaran yang pas.

​Inovasi sederhana ini langsung menuai apresiasi hangat dari Ketua PKK Desa Sikayu, Murdiati. Ia bahkan melihat peluang ekonomi yang menjanjikan dari hasil akhir pengomposan ini.

Baca Juga :  Antispasi Kejahatan, Polsek Bumiayu Gelar Patroli Rutin di Malam Hari Sambangi Unit Perbankan dan Minimarket

​”Saya berterima kasih atas adanya sosialisasi ini, karena bisa membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dengan cara yang sederhana dan mudah diikuti. Kompos yang dihasilkan juga nanti bisa dimanfaatkan oleh BUMDes sebagai pupuk untuk tanaman yang ada di greenhouse, atau mungkin nanti kami coba kembangkan menjadi produk yang dapat dijual oleh masyarakat,” ungkap Murdiati bangga.

​Gerakan inspiratif ini juga menjadi wujud nyata komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dengan langkah kecil dari galon bekas di sudut-sudut rumah, warga Desa Sikayu kini siap melangkah menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan!

 

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.