EMSATUNEWS.CO.ID, PEMALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan Program Multidisiplin bertajuk “Penguatan Kapasitas UMKM melalui Digitalisasi dan Peningkatan Daya Saing Usaha” di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Kamis (7/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung melalui pendekatan door to door kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kandang.
Program ini dirancang untuk mendampingi UMKM agar mampu beradaptasi di era digital. Mahasiswa KKN Undip tak sekadar membagikan ilmu pemasaran, tetapi juga membenahi berbagai aspek krusial usaha, mulai dari legalitas, administrasi keuangan, manajemen stok, hingga pelayanan konsumen. Metode door to door dipilih agar solusi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing pelaku usaha.
Fokus utama pendampingan ini adalah digitalisasi pemasaran. Mahasiswa memandu pelaku UMKM mengoptimalkan WhatsApp Business dan Google Business Profile guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas produk secara daring. Tak hanya itu, untuk mendukung legalitas usaha, tim KKN juga memberikan penyuluhan serta membantu proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Pembenahan juga menyasar sektor tata kelola operasional dan keuangan. Tim KKN memberikan edukasi kepada para pelaku usaha mengenai sistem perpajakan terbaru melalui Coretax DJP, pembuatan NPWP, transisi ke pembayaran nontunai (QRIS), serta manajemen inventaris digital. Guna meningkatkan kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan, mahasiswa turut memperkenalkan konsep Omotenashi sebagai standar pelayanan yang mengutamakan keramahan dan daya tanggap.
Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan usaha, pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan secara langsung dalam menggunakan berbagai media digital untuk mendukung pemasaran produk.
“Kami berharap SDM pelaku UMKM di Desa Kandang semakin maju dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pemasaran yang semakin luas, kami ingin produk-produk UMKM desa bisa lebih dikenal masyarakat, semakin laris, dan tidak kalah bersaing dengan produk lainnya,” ujar Muhtadin, Kepala Desa Kandang.
Meskipun sempat terkendala oleh minimnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM, strategi pendampingan bertahap dari mahasiswa KKN membantu menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui program ini, Tim II KKN Undip berharap pelaku UMKM Desa Kandang dapat terus meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan teknologi secara optimal, serta memperluas jangkauan pemasaran sehingga mampu berkembang dan berdaya saing.*














