Scroll ke Atas
Daerah

Didukung oleh BPDP KS dan Direktorat Jenderal Perkebunan, PT RPN Laksanakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Kepada Pekebun Kelapa Sawit Kabupaten Lamandau

24
×

Didukung oleh BPDP KS dan Direktorat Jenderal Perkebunan, PT RPN Laksanakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Kepada Pekebun Kelapa Sawit Kabupaten Lamandau

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID- KALTENG – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani dalam hal teknis budidaya kelapa sawit, BPDP KS dan Ditjenbun menyelenggarakan kegiatan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit. Kegiatan ini merupakan salah satu Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Pekebun Kelapa Sawit yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung secara positif untuk peningkatan produktivitas kelapa sawit di Indonesia dan efisiensi biaya usaha berekebun sawit rakyat.

PT Riset Perkebunan Nusantara – PPKS ditunjuk oleh BPDP KS dan Ditjenbun untuk menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang diselenggarakan selama 6 hari, dimulai sejak tanggal 13 hingga 18 Mei 2024.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Bapak Tiryon Kuderon, dan perwakilan dari manajemen PT Riset Perkebunan Nusantara, Bapak Adi Cifriadi. Dalam sambutannya, Bapak Tiryon Kuderon menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas petani kelapa sawit melalui pelatihan ini. “Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa para pekebun memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan,” ujar beliau.

Baca Juga :  Bupati Ajak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pemalang Jalin Komitmen Bersama Pada Sosialisasi Anti Korupsi

Bapak Adi Cifriadi dari PT Riset Perkebunan Nusantara menambahkan, “Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan terbaik yang mencakup berbagai aspek teknis budidaya kelapa sawit, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan OPT. Semoga para instruktur dari PPKS yaitu Bapak Donald Siahaan, Bapak Agus Eko Prastyo, Ibu Yurna Yenni, dan Bapak Sumaryanto mampu menjawab permasalahan Bapak/Ibu peserta dalam melakukan praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan “.

Program pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta pekebun kelapa sawit yang lebih profesional dan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen mereka.

Dalam kesempatan ini, para pekebun juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan lapang ke KUD Tani Subur yang berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat. KUD ini merupakan salah satu KUD yang telah sukses mendapatkan sertifikasi ISPO dan RSPO. Bapak Sutiyana selaku Ketua KUD Tani Subur memotivasi dan menularkan semangatnya untuk para peserta pelatihan agar meningkatkan kemampuan beroganisasi yang baik serta praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Herry Setiawan, S.E., Tokoh Dari Desa Penusupan Soroti Kebahagiaan Idul Fitri Dengan Pesan Persatuan

Salah satu peserta pelatihan, Bapak Supriyanto, menyampaikan kesannya terhadap penyelenggaraan pelatihan ini. “Saya sangat berterima kasih kepada BPDP KS dan Ditjenbun atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. Materi yang disampaikan oleh tim dari PT RPN PPKS sangat informatif dan relevan dengan kebutuhan kami sebagai pekebun. Metode pengajaran yang inovatif, berbasis pada riset terkini, sangat membantu kami memahami dan mengaplikasikan teknik-teknik budidaya kelapa sawit yang lebih efektif. Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami dan memberikan harapan baru untuk meningkatkan hasil produksi kami setelah mengikuti pelatihan ini,” ungkap Bapak Supriyanto.

Pelatihan yang diselenggarakan di Provinsi Kalimanten Tengah ini merupakan salah satu provinsi dari 14 provinsi dari rangkaian program pengembangan SDM PKS yang diselenggarakan oleh BPDP KS dan Ditjenbun yang dirancang untuk perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. (FDL)