Scroll ke Atas
Berita UtamaEkbis

Peluncuran ISEO 2025, Energi Baru Ekonomi Syariah Menuju Transisi dan Keberlanjutan

Fahroji
248
×

Peluncuran ISEO 2025, Energi Baru Ekonomi Syariah Menuju Transisi dan Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, JAKARTAomic Outlook (ISEO) 2025 dan sekaligus seminar nasional “Energi Baru Ekonomi Syariah: Menuju Transisi dan Ke- Ekon dan Keuangan Syariah Indonesia memiliki momentum yang tepat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam proses pembangunan nasional. Demikianomi disampaikan Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina, dalam acara peluncuran Indonesia Sharia Econberlanjutan”. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS FEB UI), pada sabtu, 30 November 2024.

Acara launching yang dihadiri oleh Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin yang juga merupakan Wakil Presiden Indonesia ke-13 sebagai Keynote Speech. Diseminasi Laporan ISEO 2025 disampaikan langsung oleh Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D. selaku Kepala PEBS FEB UI dan Dosen FEB UI. Pembicara lainnya dalam acara seminar nasionalnya, antara lain Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D selaku Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Periode 2024 – 2029 dan Ir. Adiwarman Azwar Karim sebagai Wakil Komisaris Utama BSI serta KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si selaku Direktur Eksekutif KNEKS.

Advertisement
Baca Juga :  Universitas Paramadina Resmikan Galeri Investasi Syariah: Gen Z Didorong Melek Pasar Modal

Lebih jauh, Handi yang juga merupakan pengurus DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengungkapkan bahwa, saat ini keberadaan Ekonomi dan Keuangan Sayariah sudah menjadi bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan masuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Selain itu, menjadi bagian dari Asta Cita yang merupakan program dari Presiden Prabowo.

“Kita patut bersyukur perjuangan yang sudah berlangsung kurang lebih 30 tahun akhirnya Ekonomi dan Keuangan Syariah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, hal ini tentu tidak lepas dari kontribusi Ekonomi dan keuangan Syariah yang semakin signifikan bagi perekonomian nasional”, papar Handi.

Selain itu, Handi juga menyoroti pentingnya Indonesia memiliki regulasi yang mengatur semua kegiatan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam satu payung regulasi (Omnibus Law) dalam bentuk Undang-Undang (UU) Ekonomi Syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan serta lembaga pengelola yang lebih kuat dan memiliki kewenangan setingkat Kementerian dan Lembaga (K/L).

Baca Juga :  Sambil Komsos, Babinsa Imbau Warga Jaga Kebersihan LingkunganSragen, Komunikasi Sosial merupakan usaha Babinsa untuk menjalin hubungan dengan warga binaannya agar menjadi lebih dekat dan akrab, juga merupakan salah satu pelaksanaan metode Binter TNI AD yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan TNI dan Rakyat.Serda Basri Babinsa Desa Jenggrik anggota Koramil 05/Kedawung Kodim 0725/Sragen melaksanakan giat Komsos dengan warga masyarakat dukuh Tempel Desa Jenggrik Kec Kedawung, Selasa ( 17/01/2023 )Serda Basri menghimbau kepada warga agar lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang kotor dan kumuh dapat menyebabkan banyaknya sarang penyakit dilingkungan warga.“Untuk itu, perlu dilakukan upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, sehingga tercipta kawasan yang sehat bagi masyarakat sekitar.” Ujarnya.Selain itu, menurutnya. Kegiatan yang dilakukan ini, menunjukan kedekatannya dengan masyarakat dalam menjaga wilayah teritorialnya agar tetap aman, bersih dan kondusif. Kegiatan Komsos ini mencerminkan kepedulian seorang Aparat Teritorial kepada masyarakat di wilayah binaannya. “Komsos merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan, untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan,” ucapnya.(Agus Kemplu)

“Transformasi Ekonomi Syariah menjadi sebuah prasyarat yang harus segera dilakukan dalam bentuk UU Ekonomi Syariah dan penguatan kelembagaan. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) harus bertrasnformasi menjadi lembaga yang kuat dengan kewenangan yang setara dengan Kementerian dan Lembaga negara lainnya sehingga bisa mengkoordinasikan semua kebijakan dan program ekonomi syariah lintas Kementerian dan lembaga”, pungkas Handi.

Diakhir sesi, Handi mengungkapkan bahwa indeks literasi dan inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah, harus terus ditingkatkan, karena ini menunjukkan pengetahuan, pemahaman dan akses yang dimiliki individu terhadap kelembagaan Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Sebagaiman laporan yang disampaikan oleh Rahmatina Awaliah Kasri sebagai Kepala PEBS FEB UI, saat ini literasi ekonomi syariah dan literasi keuangan syariah meningkat menjadi 28,01% dan 39,11%, meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2019 yang baru mencapai 16,30% dan 8,93%.