Scroll ke Atas
Pekalongan

Dukung Swasembada Pangan, Petani Pekalongan Didorong Produksi Benih Padi IPB 9G Inovasi PB

Avatar
80
×

Dukung Swasembada Pangan, Petani Pekalongan Didorong Produksi Benih Padi IPB 9G Inovasi PB

Sebarkan artikel ini
;

EMSATUNEWS.CO.ID, PEKALONGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan menggelar diskusi peningkatan produktivitas petani padi melalui program penangkaran benih secara mandiri di Aula Kantor Kepala Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Selasa (22/7/2025).
Acara ini mendukung program Asta Cita Prabowo Subianto yang memprioritaskan kedaulatan pangan untuk kemandirian bangsa.

Diskusi ini dihadiri oleh Petugas Penyuluh Lapangan dari beberapa kecamatan, ketua kelompok tani, kepala desa, dan pendamping lapangan dem farm Kabupaten Pekalongan. Narasumbernya termasuk Prof. Dr. Dwi Guntoro dan Dr. Ir. Purwono dari Institut Pertanian Bogor (IPB), serta praktisi pertanian organik Moch. Burhanudin.

Advertisement
Baca Juga :  LSM Pejuang 24 Kembali Lakukan Pendampingan Warga Samborejo

Prof. Dwi Guntoro menekankan pentingnya petani Pekalongan membudidayakan penangkaran benih sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada benih luar dan menjamin kualitas benih sesuai kebutuhan lokal. Beliau memperkenalkan varietas unggul IPB 9G yang hemat pupuk, adaptif terhadap perubahan iklim, dan memiliki produktivitas tinggi, cocok untuk dikembangkan di Pekalongan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) Teguh mendukung kegiatan dem farm yang bekerja sama dengan petani dan IPB dalam pengembangan produksi padi dan benih di Pekalongan. “Saya apresiasi dan mendukung kegiatan dem farm yang dikolaborasikan dengan petani dari IPB dalam pengembangan produksi benih padi,” ujarnya.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke-80 di Desa Pait: Lomba Hias Lingkungan dan Memancing Jadi Pembuka Rangkaian Acara

Langkah ini sejalan dengan target swasembada pangan nasional dan memperkuat peran petani dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah pusat juga berupaya meningkatkan produksi pangan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, serta memperbaiki infrastruktur irigasi.

Rozikin Sanoe.