Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Wabup Pemalang Serahkan Becak Listrik, Angin Segar untuk Lansia Pengayuh di Pemalang

Joko Longkeyang
220
×

Wabup Pemalang Serahkan Becak Listrik, Angin Segar untuk Lansia Pengayuh di Pemalang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Di tengah upaya pemerintah untuk terus mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, sebuah inisiatif mulia hadir di Kabupaten Pemalang. Sebanyak 25 pengayuh becak yang telah lanjut usia mendapatkan anugerah berupa becak listrik canggih, langsung dari kantong pribadi Presiden Republik Indonesia. Penyerahan simbolis bantuan ini menjadi momen penting yang disaksikan langsung di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Kamis (17/7/2025), oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI dan Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Becak-becak modern ini kemudian diserahkan kepada para penerima manfaat melalui perantara Wakil Bupati Pemalang.

Advertisement

Inisiatif ini mengukuhkan komitmen Presiden terhadap pemberdayaan rakyat kecil. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, dalam sambutannya, menegaskan bahwa mimpi terbesar Presiden adalah menyaksikan senyum kebahagiaan di wajah masyarakat kurang mampu. Beliau menekankan bahwa upaya penuntasan kemiskinan adalah sebuah misi luhur, bahkan disandingkan dengan tugas-tugas kenabian dan kewalian. Terungkap bahwa Presiden secara pribadi berkeinginan untuk memproduksi sekitar 70.000 unit becak listrik semacam ini. Setiap unit becak listrik, dengan harga sekitar Rp25 juta, mampu melaju dengan kecepatan optimal 20 hingga 25 kilometer per jam.

Baca Juga :  Bupati Anom Widiyantoro Kukuhkan Forum Relawan Bencana Pemalang

Produksi becak listrik ini, menurut Kepala Badan tersebut, masih terbatas sekitar 1.000 unit per tahun. Keterbatasan ini menjadikan becak-becak ini diprioritaskan bagi para pengayuh becak berusia antara 60 hingga 70 tahun. Harapannya, dengan becak listrik, para lansia ini dapat mengangkut penumpang lebih banyak tanpa mengalami kelelahan berarti, sehingga penghasilan mereka pun bisa meningkat signifikan setiap harinya.

Peningkatan pendapatan ini diharapkan dapat membawa lebih banyak berkah bagi keluarga mereka, bahkan dianggap sebagai amalan baik yang pahalanya akan terus mengalir dari generasi ke generasi. Keyakinan akan pahala yang berkelanjutan ini menjadi motivasi utama di balik program. Sebagai Kepala Badan Percepatan Penuntasan Kemiskinan, beliau menegaskan bahwa tugasnya adalah membangun industri yang mampu membantu dan memberdayakan masyarakat miskin menjadi lebih produktif.

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menambahkan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan salah satu dari tiga tahap bantuan yang telah disalurkan melalui Yayasan GSN. Yayasan GSN, yang merupakan milik pribadi Presiden, berfokus pada kegiatan sosial kemanusiaan, khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan. Program istimewa ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui Yayasan GSN.

Baca Juga :  Fahmi Hakim Ketua Komisi A DPRD Pemalang, Berikan Klarifikasi Terkait Audensi Honorer

Lebih lanjut, Ketua Yayasan GSN menyampaikan harapannya agar becak listrik ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan para penerimanya. Ia juga berpesan agar para pengayuh merawat becak-becak tersebut dengan baik sehingga dapat bertahan lama. Peringatan keras juga disampaikan agar becak bantuan ini tidak diperjualbelikan, mengingat ini adalah murni bantuan pribadi dari Presiden.

Wakil Bupati Pemalang, dalam sambutannya sebelum penyerahan, mengungkapkan apresiasinya atas bantuan ini. Beliau melihat bantuan ini sebagai pendorong semangat baru serta memupuk kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor transportasi. Inisiatif ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran para pelaku ekonomi informal dan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendorong transformasi ekonomi kerakyatan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan akses terhadap sarana usaha yang layak dapat diperluas, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis dapat diperkuat. Meskipun tingkat kemiskinan di Pemalang masih tergolong tinggi, yakni 14,9 persen, bantuan ini diharapkan menjadi secercah harapan bagi perubahan yang lebih baik.**( Joko Longkeyang ).