Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Target Nasional Terlampaui, Siap Jadi Penyelamat Pangan Indonesia

Joko Longkeyang
49
×

Target Nasional Terlampaui, Siap Jadi Penyelamat Pangan Indonesia

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah resmi mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama di balik dapur bangsa. Sepanjang tahun 2025, produktivitas pangan di wilayah ini melesat tajam hingga melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Prestasi gemilang ini menjadi modal utama bagi Jawa Tengah untuk bertransformasi menjadi penyangga pangan nasional pada 2026.

Data Dinas Ketahanan Pangan per Desember 2025 mencatat angka yang fantastis: produksi padi menembus 11,3 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Angka ini memantapkan posisi Jateng dalam deretan tiga besar produsen beras nasional. Tak berhenti di situ, Jawa Tengah juga menjadi juara nasional produksi kedelai dan menempati urutan kedua untuk produksi jagung.

Advertisement

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa kontribusi daerahnya sangat krusial bagi stabilitas nasional. Dari target 11 juta ton yang dipatok pusat, Jateng sukses menyetor sekitar 9 juta ton beras.”Artinya, 17,5 persen kebutuhan beras nasional bergantung pada Jawa Tengah. Ini adalah pijakan kuat untuk menuju swasembada total pada 2026,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga :  BPBD dan Dinas PU Brebes Tinjau Lokasi Bancal Jalan Putus

Bukan sekadar mengejar angka, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperketat pengawasan lahan. Dari total wilayah 3,3 juta hektare, sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian dipastikan tidak boleh diganggu gugat. Gubernur telah berkoordinasi dengan Menteri ATR/BPN untuk mengunci lahan hijau ini agar tidak berubah fungsi menjadi beton.

Kabar baik bagi konsumen, stok pangan dijamin melimpah. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng-DIY, Sri Muniati, memastikan ketersediaan beras saat ini mencapai 339.094 ton. Jumlah tersebut diklaim sangat cukup untuk menjaga stabilitas harga hingga pertengahan tahun 2026.”Stok sangat aman, masyarakat tidak perlu panik. Kami terus bersinergi dengan TNI dan Polri agar seluruh hasil panen petani lokal dapat terserap secara optimal,” jelas Sri Muniati.

Baca Juga :  Jateng Siaga Nataru: 20 Juta Orang Diprediksi Padati Jawa Tengah

Menatap tahun depan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Dyah Lukisari, tengah menyiapkan senjata baru berupa Peraturan Gubernur. Strateginya unik: pemerintah akan memberikan subsidi bunga pinjaman bagi penggilingan padi skala kecil agar modal mereka semakin kuat.”Kita tidak melarang beras keluar Jateng, tapi kita perkuat dulu kapasitas di dalam daerah agar ekosistem pangan kita mandiri,” pungkas Dyah.