Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Bupati Pemalang Pacu Produktivitas Lewat Konektivitas Jalan

Joko Longkeyang
18
×

Bupati Pemalang Pacu Produktivitas Lewat Konektivitas Jalan

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mulai menggenjot realisasi proyek pembenahan infrastruktur jalan secara masif pada pertengahan tahun ini. Sebanyak 86 paket kegiatan pembangunan dan perbaikan jalan yang tersebar di berbagai kecamatan kini tengah berjalan guna mengurai persoalan konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi keluhan warga.

​Langkah taktis ini dikemas dalam program prioritas daerah bertajuk “Misi Jalan Alus Pemalang“. Akselerasi pembangunan tersebut dinilai krusial untuk memulihkan urat nadi perekonomian daerah serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Advertisement

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan bahwa komitmen pembenahan ini dirancang secara terukur untuk menyentuh kawasan-kawasan produksi dan permukiman padat penduduk.​”Kami tengah dan telah merealisasikan total delapan puluh enam kegiatan pembangunan jalan yang tersebar merata di berbagai kecamatan. Penanganan di lapangan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Anom di Pemalang.

Baca Juga :  Iduladha di Rutan Pemalang: Bupati Serahkan Sapi Kurban untuk Warga Binaan

​Klasifikasi dan Skala Prioritas

​Guna memastikan efektivitas anggaran, dinas teknis terkait membagi intervensi proyek ke dalam empat kategori penanganan utama. Fokus terbesar dialokasikan pada rekonstruksi atau membangun kembali fondasi jalan yang telah rusak berat sebanyak 42 paket kegiatan.

​Selain rekonstruksi, pemkab juga menggulirkan 35 kegiatan pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap fungsional, 7 kegiatan pemeliharaan berkala, serta 2 paket pelebaran jalan utama menuju standar kelayakan nasional. Pembagian klaster ini diharapkan dapat memperpanjang usia pakai infrastruktur transportasi pascaproyek selesai dikerjakan.

​Kelancaran jalur logistik di tingkat lokal diyakini akan memotong biaya operasional para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat mendistribusikan komoditas unggulan daerah ke luar wilayah.

Baca Juga :  Warga Pemalang Timur Bersyukur! Stasiun Comal Resmi Beroperasi Lagi Diresmikan Oleh Bupati Pemalang

​Partisipasi Publik dalam Pengawasan

​Di sisi lain, tata kelola proyek infrastruktur yang menelan anggaran daerah dalam jumlah besar kerap menghadapi tantangan kualitas pengerjaan di lapangan. Menyadari hal tersebut, pihak eksekutif meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam fungsi pengawasan sosial.

​Partisipasi warga dalam memantau jalannya proyek dinilai menjadi instrumen penting agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.”Mari kita kawal bersama pembangunan infrastruktur ini secara terbuka. Tujuannya jelas, agar mobilitas harian masyarakat semakin lancar, indeks perekonomian daerah meningkat, dan kesejahteraan dapat terwujud merata,” ucap Anom menutup keterangannya.**( Joko Longkeyang).