Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPekalonganPemalangWisata

Ahmad Luthfi: Jadikan Olahraga Mesin Ekonomi Daerah

Joko Longkeyang
11
×

Ahmad Luthfi: Jadikan Olahraga Mesin Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, Emsatunews.co.id — Langkah kaki ribuan pelari memadati pelataran Kawasan Candi Prambanan, Minggu (21/6/2026) pagi. Di tengah riuhnya ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir membawa pesan strategis mengenai pentingnya menggeser paradigma ajang olahraga, dari sekadar kompetisi fisik menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui konsep sport tourism.

​Bagi Luthfi, batas administrasi antarwilayah tidak boleh menjadi pembatas bagi akselerasi kesejahteraan masyarakat. Momentum berkumpulnya ribuan pelari dari berbagai penjuru domestik hingga mancanegara di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini dipandang sebagai peluang emas untuk memperkuat integrasi ekonomi regional.

Advertisement

​”Di Jawa Tengah, saya menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperbanyak pergelaran hilir mudik seperti ini. Jika perlu, susun kalender kegiatan bersama antarkabupaten atau lintas provinsi. Kolaborasi adalah kunci utama pembangunan wilayah,” ujar Luthfi tegas di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :  Dihari Ketiga Pencarian Korban Yang Diduga Hanyut di Sungai Pemali Ditemukan

​Inisiatif Lintas Batas

​Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah ini tidak sekadar bertindak sebagai pejabat yang menonton. Sejak fajar menyingsing, Luthfi langsung mengambil peran aktif di garis start, mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk melepas (flag off) para peserta kategori 10 kilometer.

​Di hadapan massa yang memadati lini pelepasan, ia memberikan orasi singkat guna membakar semangat para pelari. Menurutnya, kegemaran berolahraga yang telah bertransformasi menjadi gaya hidup publik harus mampu ditangkap oleh pemerintah daerah sebagai ceruk ekonomi baru. Sektor perhotelan, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM di sekitar Prambanan mencatat lonjakan pendapatan yang masif berkat pergelaran ini.

​”Hidup adalah sebuah proses pergerakan yang dinamis, dan hari ini kita memilih untuk terus melangkah maju. Berlari telah menjadi bagian dari gaya hidup kita bersama,” ucap Luthfi memotivasi para peserta.

Baca Juga :  Polisi Jamin Keamanan Perayaan Hari Paskah di Kab. Pekalongan

​Turun ke Lintasan

​Guna menyelami atmosfer langsung di lapangan, Luthfi turut melebur dengan kepesertaan dengan ikut berlari pada kategori 5 kilometer. Sepanjang rute yang melintasi kawasan pedesaan, ia berulang kali menyapa warga setempat yang berjejer memberikan dukungan, serta menyemangati pelari lain yang mulai tampak kelelahan menjelang garis finis.

​Kehadirannya di tengah lintasan memicu antusiasme tinggi. Kelompok pemandu sorak tradisional dan masyarakat sekitar tampak menyambut hangat pergerakannya. Luthfi pun dengan ramah melayani beberapa permintaan swafoto dari warga maupun sesama pelari di sela-sela langkah larinya.

​Melalui keaktifannya dalam ajang MJM 2026, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendekatan sport tourism yang dikelola lewat kerja sama terintegrasi antardaerah merupakan instrumen efektif dalam menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput.( Joko Longkeyang).