Scroll ke Atas
Berita UtamaNasional

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat

Fahroji
9
×

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Bima menjelaskan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah dirinya memenangkan Pilkada Kota Bogor. Memimpin birokrasi dan menghadapi beragam kepentingan yang saling bertabrakan jauh lebih sulit dibandingkan memenangkan kontestasi politik.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa seorang pemimpin tidak dapat menghadapi semua persoalan dengan pendekatan konfrontatif. Ia mengibaratkan proses tersebut dengan filosofi “babad alas” dalam kisah pewayangan, di mana seorang pemimpin harus mampu memilih strategi terbaik tanpa menciptakan terlalu banyak permusuhan.

Advertisement
Baca Juga :  Kaesang Pangarep Lakukan Silaturahmi dengan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang di Pendopo Kabupaten

Menurut Bima, fondasi utama dalam menghadapi berbagai dilema tersebut adalah ideologi dan nilai yang diyakini sejak awal.

“Mengatasi dilema pilihan yang sulit itu hanya akan bisa ditolong, dikuatkan oleh ideologi, nilai, atau keberpihakan,” tegasnya.

Ia mencontohkan berbagai keputusan yang diambil selama memimpin Kota Bogor, mulai dari pemberantasan praktik perizinan yang mengatasnamakan wali kota, keberpihakan terhadap penggunaan produk lokal oleh aparatur sipil negara, hingga penyelesaian persoalan sosial dan keberagaman melalui dialog yang panjang.

Baca Juga :  792 ASN di Brebes Terima SK Kenaikan Pangkat

Bima juga mengungkapkan bahwa nilai-nilai kepemimpinannya dibentuk oleh keluarga, pengalaman akademik, serta tradisi intelektual Universitas Paramadina yang diwariskan oleh almarhum Nurcholish Madjid.

“Yang membantu menuntun saya menyelesaikan Kota Bogor adalah ideologi. Ideologi atau nilai itu datang dari satu proses yang panjang,” ujarnya.

Menurut Bima, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai proyek fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu memelihara harapan warga terhadap masa depan daerahnya.