Berita UtamaDaerahPemalangPendidikan

DHR 45 Tanamkan Nilai Perjuangan di MPLS SMPN 5 Kebojongan

Joko Longkeyang
11
×

DHR 45 Tanamkan Nilai Perjuangan di MPLS SMPN 5 Kebojongan

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, EMSATUNEWS.CO.ID – Penguatan karakter kebangsaan di tingkat pendidikan dasar kembali digaungkan melalui kolaborasi strategis antara pemerintah kecamatan dan organisasi kemasyarakatan. Pada Rabu (15/7/2026), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, diisi dengan materi substansial bertajuk “Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: Belajar dari Nilai Juang ’45”.

Dalam sesi pengkajian yang dipimpin oleh Sutrisno, para peserta didik diajak menyelami makna historis perjuangan kemerdekaan bukan sebagai hafalan mati, melainkan sebagai filosofi hidup yang relevan di masa kini. Nilai-nilai seperti ketabahan, solidaritas, rela berkorban, dan pantang menyerah dihadirkan sebagai antitesis terhadap budaya instan dan individualisme yang kerap menggerus moralitas remaja di era disrupsi informasi. “Belajar dari nilai juang ’45 berarti memahami bahwa kemerdekaan hari ini diraih dengan darah dan air mata pendahulu. Maka, tugas kita adalah merawatnya dengan prestasi dan integritas,” pesan Sutrisno dalam penyampaiannya. Pendekatan naratif-historis ini terbukti lebih efektif menyentuh emosi siswa dibandingkan ceramah normatif semata.

Advertisement
Baca Juga :  Atasi Banjir Rob, Bupati Pemalang Usulkan Penanganan Desa Blendung ke Pemerintah Pusat

Diwawancarai secara terpisah Camat Comal Muchammad Maksum menekankan bahwa sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan elemen masyarakat seperti DHR 45 adalah kunci keberhasilan pembangunan SDM berkelanjutan. Menurutnya, sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam membentuk karakter anak; diperlukan ekosistem dukungan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Sinergi membangun karakter anak Comal harus terus kita perkuat. Ketika veteran, pejabat, guru, dan orang tua bergerak satu visi, maka internalisasi nilai positif akan terjadi secara organik dan melekat kuat dalam diri siswa,” ujarnya.

Kehadiran DHR 45 dalam forum MPLS memiliki signifikansi simbolis dan praktis sekaligus. Secara simbolis, kehadiran tokoh senior mengingatkan siswa akan kontinuitas sejarah bangsa. Secara praktis, mereka membawa kearifan lokal dan pengalaman hidup yang kaya akan pelajaran kepemimpinan dan ketahanan mental. Materi yang disampaikan dirancang interaktif, memungkinkan siswa bertanya dan berefleksi, sehingga proses pembelajaran menjadi dialogis bukan monologis. Hal ini penting agar nilai-nilai kebangsaan tidak dianggap sebagai doktrin usang, melainkan wisdom yang tetap applicable dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Harap TPA Pesalakan Jadi Sentra Pengelolaan Sampah Modern

Langkah inovatif di SMPN 5 Kebojongan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bisa dikemas dengan cara yang menarik, bermakna, dan melibatkan komunitas luas. Di tengah tantangan degradasi moral dan krisis identitas generasi muda, pendekatan berbasis kearifan lokal dan sejarah perjuangan menawarkan solusi yang kontekstual dan berkelanjutan. Selamat kepada seluruh pihak yang telah bersinergi demi masa depan anak-anak Comal. Semoga nilai juang ’45 yang ditransfer hari ini tumbuh subur menjadi pohon rindang yang menaungi perjalanan hidup mereka menuju Indonesia Emas 2045. ( Joko Longkeyang ).