PEMALANG, Emsatunews.co.id — Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini! Lingkungan sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan cinta alam dan kebiasaan hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Berangkat dari hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar edukasi sekaligus praktik bercocok tanam menggunakan metode semi hidroponik bagi siswa kelas 4 dan 5 SD Muhammadiyah 03 Comal, Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Yang membuat kegiatan ini istimewa — wadah tanam yang digunakan terbuat dari botol bekas yang didaur ulang!
Program ini dirancang untuk memperkenalkan cara bercocok tanam yang sederhana, hemat lahan, dan mudah diterapkan di lingkungan sekitar. Melalui pemanfaatan botol bekas sebagai wadah tanam, siswa tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memahami nilai daur ulang — bahwa benda yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.
Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme yang luar biasa! Acara diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai tanaman dan cara bercocok tanam. Selanjutnya, tim mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif — mulai dari bagian-bagian tanaman, kebutuhan dasar tanaman untuk tumbuh, hingga pengenalan konsep semi hidroponik. Setelah pemaparan, siswa mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman yang telah diperoleh.
Momen yang paling dinanti pun tiba — praktik penanaman! Setiap siswa mendapatkan wadah semi hidroponik dari botol bekas yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN, lengkap dengan media tanam dan sistem sumbu. Dengan penuh semangat, siswa menempatkan bibit tanaman ke dalam wadah dan mengisi air yang telah dicampur nutrisi. Suasana terasa hidup dan gembira — setiap anak melihat secara langsung bagaimana tanaman ditempatkan, bagaimana air nutrisi bekerja, dan bagaimana barang bekas berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kepala SD Muhammadiyah 03 Comal, Bu Risty, memberikan apresiasi yang mendalam. “Kami sangat menyambut baik program ini karena menghadirkan media pembelajaran yang segar dan praktis bagi anak-anak. Metode belajar sambil praktik seperti ini membuat para siswa lebih bersemangat. Selain mendapatkan pengetahuan tentang tanaman, mereka juga belajar memanfaatkan barang bekas dan merawat tanaman secara langsung,” ungkapnya penuh harap.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan pot semi hidroponik hasil karya kepada setiap siswa untuk dibawa pulang dan dirawat. Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan tumbuh kesadaran yang besar — bahwa setiap orang, sekecil apa pun, dapat berkontribusi menjaga lingkungan. Menanam harapan, merawat kehidupan, dan menjaga bumi — dimulai dari hal yang paling selingkungan
Penulis : Amania Syahidah Al Huwairo
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














