Komoditas ekspor dari Maluku Utara kini tidak lagi bertumpu pada bijih mineral mentah, melainkan telah merambah pada produk bernilai tambah tinggi. Beberapa di antaranya meliputi feronikel, nickel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulfate, hingga cobalt.
Secara sektoral, aliran modal pada paruh pertama 2026 paling banyak terserap ke Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Sektor ini disusul oleh Jasa Lainnya; Pertambangan; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.*













