Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

AMPEL Gelar Aksi Demo, Kirim Kado HUT Bupati Pemalang Dengan Tumpahkan Sampah di Depan Pendopo

Joko Longkeyang
4203
×

AMPEL Gelar Aksi Demo, Kirim Kado HUT Bupati Pemalang Dengan Tumpahkan Sampah di Depan Pendopo

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi dengan menumpahkan sampah di depan pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (30/12/2024). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas lambannya penanganan masalah sampah yang menyebabkan tumpukan sampah di berbagai sudut kota.

Advertisement

Ketua Koordinator AMPEL, Muliadi, dalam orasinya mempertanyakan sikap para pejabat pemerintah yang dianggap kurang tanggap terhadap persoalan ini. “Para pejabat yang berwenang jangan hanya diam, jangan leha-leha. Pikirkan nasib rakyatmu yang kesulitan membuang sampah. Apa kerja kalian?” tegasnya di hadapan ratusan demonstran.

Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat luas, terlebih karena perwakilan massa diizinkan bertemu langsung dengan Bupati Pemalang Mansur Hidayat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dalam pertemuan tersebut, aspirasi dan solusi terkait permasalahan sampah disampaikan secara langsung.

Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya maksimal untuk membuka kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan. Namun, negosiasi dengan warga sekitar TPA masih menemui kendala.

Baca Juga :  Bupati Ajak Masyarakat Perangi Pungli di Kabupaten Pemalang

“Kami sudah berusaha selama tujuh bulan terakhir. Namun, dalam satu bulan terakhir, kami benar-benar kehabisan opsi karena tidak ada lahan yang dapat digunakan untuk membuang sampah,” ungkap Mansur.

Meskipun demikian, Mansur menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini dengan mengutamakan rasa kemanusiaan. “Ini bukan tentang saya sebagai bupati, melainkan tentang rasa kemanusiaan. Permintaan warga yang wajar sudah kami penuhi, dan kami akan terus bernegosiasi demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua AMPEL, Muliadi, menegaskan bahwa aksi demo ini tidak hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga menawarkan solusi konkret. Salah satu solusinya adalah menyediakan lahan sementara untuk mengurai tumpukan sampah yang sudah menggunung.

Baca Juga :  Perkuat Komunikasi Publik, Bupati Anom Kunjungi Radio Daerah

“Kami telah menyiapkan lahan seluas 2.900 meter di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, yang dapat digunakan untuk menampung sampah selama satu bulan ke depan,” kata Muliadi.

Muliadi juga menyampaikan bahwa demo ini bertepatan dengan ulang tahun Bupati Pemalang. “Selamat ulang tahun, Pak Bupati. Maaf, kami tidak bisa memberikan kado terbaik, melainkan tumpukan sampah sebanyak dua truk di depan pendopo. Semoga ini menjadi bahan diskusi yang lebih mendalam,” ujarnya.

Masalah sampah yang melanda Kabupaten Pemalang menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat melalui AMPEL berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan ini.

Dengan adanya komitmen dari kedua belah pihak, diharapkan permasalahan sampah dapat segera terselesaikan, sehingga masyarakat Pemalang dapat kembali menikmati lingkungan yang bersih dan sehat.( Joko Longkeyang ).